Melesat ke Papan Atas Klasemen, Ini Musimnya Tottenham

Rabu, 11 November 2020 - 11:35 WIB
Mourinho sudah menemukan bagaimana mengelola tim asal London Utara tersebut. Lihat saja bagaimana The Special One membuat Tottenham terlihat rapi dalam banyak sisi. Efektif saat menyerang dan sangat baik dalam bertahan. Dua sisi yang sempat menjadi kelemahan di musim pertama Mou di Tottenham Hotspur Stadium.

Sejauh ini, Tottenham menjadi tim terproduktif kedua setelah Chelsea dengan 19 gol, sedangkan The Blues 20 gol. Jika dibuat rata-rata, Harry Kane dkk memiliki rasio 2,3 gol per pertandingan. Dari sisi pertahanan, Tottenham memiliki jumlah kebobolan paling sedikit bersama lima tim lain dengan sembilan gol. Rasionya, mereka kebobolan satu gol per laga. (Baca: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)

Tottenham sudah lama tidak merasakan gelar juara di level tertinggi sepak bola Inggris. Terakhir mereka mendapatkannya pada 1961 dan setelah itu pelatih datang silih berganti tetap tak ada trofi. Mereka hampir mendapatkannya lagi di era Mauricio Pochettino.

"Saya mengharapkan beberapa poin lagi di Liga Primer dari yang didapatkan. Kami kehilangan poin yang seharusnya kami miliki dan juga di Liga Eropa, kami memiliki enam poin dari harapan sembilan poin," tuturnya.

Masalah terbesar Pochettino karena dia tidak pernah mengelola tim dan kemudian menghasilkan gelar. Pelatih asal Argentina itu nir gelar selama menukangi tim. Berbeda dengan Mourinho yang sudah mendapatkan gelar bersama Chelsea, Real Madrid, dan Inter Milan. Dia juga memiliki pengalaman bisa bangkit dari situasi sulit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!