Si Perantau Inggris yang Cari Popularitas di Jerman
Senin, 11 Mei 2020 - 09:04 WIB
Kepergian Kevin Keegan ke Hamburg cukup mengejutkan. Betapa tidak, klub yang berdiri pada 1919 itu belum pernah merasakan gelar juara di kompetisi domestik sejak 1959/1960.
Meski demikian, Kevin Keegan tetap mengemas pakaiannya untuk terbang ke Jerman. Mendapat dukungan besar dari perusahaan manufaktur Jepang, Hitachi, gaji tahunan Keegan dilaporkan meroket dari 12 ribu menjadi 250.000 ribu per tahun. Selama tiga tahun bersama 'Der Dino', Keegan memenangkan Ballon d'Or dua kali dan berhasil membantu mengakhiri dahaga gelar juara di kompetisi domestik pada
1978/1979.
Pada 1979, Keegan merilis single 'Head Over Heels in Love' untuk mencerminkan kekaguman pada orang-orang kota. Hingga saat ini muralnya masih menghiasi sudut Kota Jerman.
2. Tony Woodcock - Cologne: 1979-82 & 1986-88
Tony Woodcock mungkin tidak pernah menghasilkan penghargaan pribadi dan medali pemenang selama berada di Bundesliga. Tetapi dia setidaknya mampu membuat kesan di Jerman.
Sejak memutuskan pindah dari Nottingham Forest ke Cologne, Woodcock adalah pemain besar selama dua setengah musim. Bersama Dieter Mueller sukses membentuk chemistry yang bikin barisan pertahanan lawan kerepotan menghentikan kedua pemain ini.
Arsenal kemudian membawa Woodcock kembali ke Inggris, dan setelah menduduki daftar pencetak gol The Gunners dalam tiga dari empat musim, ia kembali ke Mungersdorfer Stadion pada 1986. Di sana, dia mendapatkan status sebagai ikon klub setelah mencetak 47 gol dalam 155 penampilan.
Meski demikian, Kevin Keegan tetap mengemas pakaiannya untuk terbang ke Jerman. Mendapat dukungan besar dari perusahaan manufaktur Jepang, Hitachi, gaji tahunan Keegan dilaporkan meroket dari 12 ribu menjadi 250.000 ribu per tahun. Selama tiga tahun bersama 'Der Dino', Keegan memenangkan Ballon d'Or dua kali dan berhasil membantu mengakhiri dahaga gelar juara di kompetisi domestik pada
1978/1979.
Pada 1979, Keegan merilis single 'Head Over Heels in Love' untuk mencerminkan kekaguman pada orang-orang kota. Hingga saat ini muralnya masih menghiasi sudut Kota Jerman.
2. Tony Woodcock - Cologne: 1979-82 & 1986-88
Tony Woodcock mungkin tidak pernah menghasilkan penghargaan pribadi dan medali pemenang selama berada di Bundesliga. Tetapi dia setidaknya mampu membuat kesan di Jerman.
Sejak memutuskan pindah dari Nottingham Forest ke Cologne, Woodcock adalah pemain besar selama dua setengah musim. Bersama Dieter Mueller sukses membentuk chemistry yang bikin barisan pertahanan lawan kerepotan menghentikan kedua pemain ini.
Arsenal kemudian membawa Woodcock kembali ke Inggris, dan setelah menduduki daftar pencetak gol The Gunners dalam tiga dari empat musim, ia kembali ke Mungersdorfer Stadion pada 1986. Di sana, dia mendapatkan status sebagai ikon klub setelah mencetak 47 gol dalam 155 penampilan.
Lihat Juga :