Joan Mir, Juara MotoGP Tanpa Perlu Rutin Naik Podium Juara
Senin, 16 November 2020 - 17:01 WIB
Roberts tidak sendiri sebagai one hit champions dalam kurun waktu 20 tahun. Ada nama Nicky Hayden dari Honda yang menjadi penyela juara dunia. Pembalap asal Amerika Serikat itu menjadi juara pada 2006 atau enam tahun setelah kompatriotnya dari negeri Paman Sam mengangkat trofi. Selebihnya, gelar juara dunia berkutat di antara Rossi dengan tujuh gelar, Marc Marquez (6), Jorge Lorenzo (3), Casey Stoner (2) dan terakhir Mir.
Melihat data ini, pertanyaan besar tentu pada kemampuan Mir menjadi juara. Apalagi jika melihat bagaimana penampilan Mir sejauh musim 2020. Dia mungkin disebut sebagai Mr Concistency, karena stabilitas yang dimiliki sepanjang musim. Bukan stabil di podium, tapi stabil selalu bisa mendapatkan poin dalam setiap seri balapan.
Dari 13 balapan, dia hanya tujuh kali naik podium, dengan rincian sekali di podium 1, dua kali di podium 2 dan 3 balapan finish peringkat 3.Dia bahkan sempat gagal finish di dua seri, Spanyol dan Ceko. Imbasnya, poin yang dirah pembalap asal Spayol tersebut tidak bisa dibilang istimewa. Dari 13 seri, dia hanya mendulang 171 poin. Atau rata-rata 13 poin per seri. Kalau dikonfirmasi ke nilai balapan, artinya Mir rata-rata hanya finis di peringkat 4 di setiap serinya atau di luar podium juara.
Rata-rata ini lebih buruk dibandingkan dengan seniornya Roberts yang memiliki rata-rata 16 poin atau berarti selalu menyelesaikan balapan di podium 3. Rata-rata poin Mir ini jauh di bawah Marquez saat menjadi juara di musim 2019. Mengumpulkan 420 poin, dengan 19 seri, membuat Marquez memiliki rata-rata 22 poin dari setiap balapan yang jika dikonfirmasi, ke poin balapan setiap serinya, Marquez tak pernah jauh dari peringkat 2.
Baca Juga: Dongeng Tim Suzuki dan Gelar Bersejarah Joan Mir di MotoGP
Melihat data ini, pertanyaan besar tentu pada kemampuan Mir menjadi juara. Apalagi jika melihat bagaimana penampilan Mir sejauh musim 2020. Dia mungkin disebut sebagai Mr Concistency, karena stabilitas yang dimiliki sepanjang musim. Bukan stabil di podium, tapi stabil selalu bisa mendapatkan poin dalam setiap seri balapan.
Dari 13 balapan, dia hanya tujuh kali naik podium, dengan rincian sekali di podium 1, dua kali di podium 2 dan 3 balapan finish peringkat 3.Dia bahkan sempat gagal finish di dua seri, Spanyol dan Ceko. Imbasnya, poin yang dirah pembalap asal Spayol tersebut tidak bisa dibilang istimewa. Dari 13 seri, dia hanya mendulang 171 poin. Atau rata-rata 13 poin per seri. Kalau dikonfirmasi ke nilai balapan, artinya Mir rata-rata hanya finis di peringkat 4 di setiap serinya atau di luar podium juara.
Rata-rata ini lebih buruk dibandingkan dengan seniornya Roberts yang memiliki rata-rata 16 poin atau berarti selalu menyelesaikan balapan di podium 3. Rata-rata poin Mir ini jauh di bawah Marquez saat menjadi juara di musim 2019. Mengumpulkan 420 poin, dengan 19 seri, membuat Marquez memiliki rata-rata 22 poin dari setiap balapan yang jika dikonfirmasi, ke poin balapan setiap serinya, Marquez tak pernah jauh dari peringkat 2.
Baca Juga: Dongeng Tim Suzuki dan Gelar Bersejarah Joan Mir di MotoGP
Lihat Juga :