Napoli Menjadi Milik Maradona
Sabtu, 28 November 2020 - 12:30 WIB
Bukan hanya itu, Napoli berencana mengubah nama Stadio San Paolo menjadi Stadio Diego Armando Maradona. Sebuah penghormatan yang layak mengingat Maradona adalah sosok idola bagi penduduk Kota Naples. “Kami akan meneriakkan nama Maradona untuk membuat dunia merasa bahwa kami tidak akan pernah melupakannya, bahwa Maradona adalah putra dan saudara kami yang paling dicintai. Teruskan dan bagikan ke semua orang Napoli. Forza Maradona, selamanya,” tambahnya. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdata di Dapodik)
Bintang Argentina tersebut pernah memperkuat Napoli periode 1984-1991. Maradona sukses membawa klub meraih Seri A: 1986–87, 1989–90, Coppa Italia: 1986–87, Liga Europa: 1988–89 dan Supercoppa Italiana: 1990. Bagi tim, kepergian Maradona dijadikan motivasi ekstra bagi Napoli untuk bangkit dari periode negatif. Sinyalemen itu diperlihatkan I Partenopei lewat kemenangan 2-0 atas Rijeka pada pertandingan Grup F, Liga Europa, Jumat (27/11/2020).
Dua gol Napoli masing-masing dicetak Matteo Politano (41) dan Hirving Lozano (75). Kemenangan tersebut menjaga kans Napoli untuk lolos ke babak 32 besar Liga Europa. Saat ini I Partenopei memuncaki klasemen sementara Grup F dengan sembilan poin, mengungguli dua pesaingnya, Real Sociedad dan AZ (tujuh poin).
Pelatih Gennaro Gattuso mengungkapkan, kemenangan atas Rijeka terasa emosional karena Napoli berada dalam suasana berduka atas meninggalnya Maradona, ikon klub dan Kota Naples yang telah mengakar kuat. “Maradona bukan sekadar orang yang memenangkan Scudetto, dia adalah pemain terbaik di dunia yang mengenakan seragam Napoli, mewakili kota ini dan membuat impian seluruh generasi ketika semua trofi jatuh ke klub utara,” puji Gattuso. (Baca juga: Fungsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan)
Di mata mantan gelandang AC Milan tersebut, memiliki Maradona sebagai legenda adalah sebuah kebanggaan luar biasa bagi Napoli. Gattuso mengindikasikan bahwa klub akan berusaha sebaik mungkin untuk kembali berprestasi baik di domestik maupun Eropa.
Bintang Argentina tersebut pernah memperkuat Napoli periode 1984-1991. Maradona sukses membawa klub meraih Seri A: 1986–87, 1989–90, Coppa Italia: 1986–87, Liga Europa: 1988–89 dan Supercoppa Italiana: 1990. Bagi tim, kepergian Maradona dijadikan motivasi ekstra bagi Napoli untuk bangkit dari periode negatif. Sinyalemen itu diperlihatkan I Partenopei lewat kemenangan 2-0 atas Rijeka pada pertandingan Grup F, Liga Europa, Jumat (27/11/2020).
Dua gol Napoli masing-masing dicetak Matteo Politano (41) dan Hirving Lozano (75). Kemenangan tersebut menjaga kans Napoli untuk lolos ke babak 32 besar Liga Europa. Saat ini I Partenopei memuncaki klasemen sementara Grup F dengan sembilan poin, mengungguli dua pesaingnya, Real Sociedad dan AZ (tujuh poin).
Pelatih Gennaro Gattuso mengungkapkan, kemenangan atas Rijeka terasa emosional karena Napoli berada dalam suasana berduka atas meninggalnya Maradona, ikon klub dan Kota Naples yang telah mengakar kuat. “Maradona bukan sekadar orang yang memenangkan Scudetto, dia adalah pemain terbaik di dunia yang mengenakan seragam Napoli, mewakili kota ini dan membuat impian seluruh generasi ketika semua trofi jatuh ke klub utara,” puji Gattuso. (Baca juga: Fungsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan)
Di mata mantan gelandang AC Milan tersebut, memiliki Maradona sebagai legenda adalah sebuah kebanggaan luar biasa bagi Napoli. Gattuso mengindikasikan bahwa klub akan berusaha sebaik mungkin untuk kembali berprestasi baik di domestik maupun Eropa.
Lihat Juga :