Dampak Pandemi, Tahun 2022 Stadion Tenis Baru Bisa Penuh

Senin, 07 Desember 2020 - 14:34 WIB
“Saya pikir penting untuk memuji turnamen dan kepada para pemain atas apa yang telah mereka lakukan tahun ini. Jumlah hadiah tidak akan kembali normal, itu tidak diragukan lagi. Seperti orang lain, atlet kami mengalami musim yang sulit dari sudut pandang ekonomi, dan hal yang sama berlaku untuk turnamen,” ucapnya.

Simons mengatakan pihak turnamen memang sudah berjuang keras bisa menahan agar tidak mengalami kerugian, bukan untuk mendapatkan keuntungan. Dia merasa kebijakan yang diadopsinya pada tahun ini dengan hadiah uang membantu turnamen dan pemain. Dan itu adalah salah satu momen di mana mereka berhasil melakukannya dengan sangat baik.

“Hal yang sama berlaku untuk turnamen, karena seperti yang disebutkan, mereka tidak menemukan diri mereka bekerja dalam kondisi ideal. Tentu saja kumpulan hadiah akan dikurangi, tetapi kami bekerja dengan para pemain dan bertanya kepada mereka: apa yang Anda ingin kami lakukan dengan pembagian uang? Keputusan itu diberikan dan kami yakin bisa berbuat adil,” ucap Simons. (Baca juga: Joan Mir Tak Kesampingkan Peran Alex Rins)

Selain itu, Simons juga mengatakan ingin menggelar turnamen perdana WTA 2021 bisa dimulai di awal Januari. Dia ingin itu bisa dilakukan sebelum para petenis menuju Australia Terbuka yang rencananya di mulai pada 8 Februari dan menjalani masa karantina 14 hari setibanya di Melbourne. Itu berarti para petenis sudah harus masuk ke Australia antara 15 Januari sampai 17 Januari, batas yang diputuskan oleh pemerintah Australia.

“Kami sedang memeriksa sekarang dan berharap untuk menyelesaikan dalam minggu depan kemungkinan mengadakan beberapa acara yang dimulai pada tanggal 4 Januari,” ujar Simons. (Raikhul Amar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!