Brisbane Jadi Penantang Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

Senin, 07 Desember 2020 - 21:30 WIB
Coates mengatakan sangat penting bagi IOC mendengarkan pesan dari Palaszczuk, yang ingin melakukan diskusi lebih lanjut mengenai masalah pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade di Brisbane. Strategi hak asasi manusia yang baru diumumkan IOC menyoroti bagaimana masalah ini ditangani semua negara calon tuan rumah. brisbane mungkin menjadi paling terdepan mengenai masalah tawaran menjadi tuan rumah Olimpade.

Namun dengan terhenti pembicaraan dengan IOC karena Covid-19, tawaran dari para pesaingnya seperti Indonesia, Qatar, Jerman, serta mungkin India, Korea Selatan, dan Turki, juga mengalami peningkatan."Saya pikir dengan COVID terkendali di negara ini, sebagian besar, sudah waktunya bagi semua orang untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap permainan ini dan saya pikir itu akan diterima dengan sangat baik," kata Coates.(Baca Juga: Jokowi Minta Roadmap Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade 2032 Dimatangkan ).



Sementara itu, jurnalis Robert Livingstone, mengatakan Brisbane 2032 memiliki keunggulan dibandingkan kota-kota lain. Namun, tawaran China tidak dapat diabaikan."Jelas, Brisbane dan Queensland jauh lebih maju dalam organisasinya daripada tawaran lainnya. Itu menempatkan mereka di depansaingan mereka,” ucap Livingstone. "Tawaran China tidak pernah bisa didiskon. IOC pasti akan melihatnya dan menganggapnya serius, Mereka memiliki hubungan yang kuat dengan China,” lanjutnya.

Dengan keyakinan Brisbane itu, keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpade 2032 bisa semakin berat. Namun, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari akan berusaha keras untuk bisa menang biding tuan rumah Olimpiade 2032. Oleh karena itu, dia akan berkunjung ke markas IOC di Laussane, Swiss untuk membahas peluang Indonesia dalam pencalonannya ini.
(ruf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!