Aturan Masih Digodok, Seri A Bisa Tiru Protokol Bundesliga
Kamis, 14 Mei 2020 - 12:32 WIB
Dia menyarankan, Seri menyalin metodologi Bundesliga. Tidak mengapa mengarantina semua orang di tempat latihan selama 15 hari, meski tidak berpikir mereka bisa menjauh dari keluarga selama dua setengah bulan. “Belum lagi, saat mereka melakukan perjalanan untuk pertandingan tandang, kemungkinan bertemu seseorang yang menderita covid-19 dan tidak ada gejala yang meningkat secara eksponensial,” kata Castellacci, dilansir football-italia.net. (Baca: Serie A Italia 2019/2020 Kembali Digulirkan 13 Juni)
Castellacci memprediksi jika ada tertular, semuanya terhenti. Hal tersebut menjadi pernyataan besar apakah FIGC dan Pemerintah Italia benar-benar ingin membiarkan sepak bola dilanjutkan atau tidak. Masalah serius lain yang muncul dengan perubahan protokol medis adalah masalah kesalahan. Karena, klub medis akan dianggap bertanggung jawab jika ada yang kontak Covid-19.
Padahal, Castellacci menilai seorang tenaga medis harus melakukan pekerjaannya, yakni menjaga keselamatan para pemain dan staf. Tapi, dia tidak dapat mengawasi mereka 24 jam sehari. Sebagai contoh, Castellacci mengungkapkan banyak petugas medis di Seri B ini hanya bekerja untuk secara paruh waktu.
Jika harus melakukan beberapa tes, otoritas kesehatan harus menyediakan persediaan sekitar 11.000 tes swab sembari memastikan sepak bola tidak mengambil apa-apa dari kebutuhan masyarakat umum. Karena itu, Castellacci mengajak semua pihak memikirkan langkah terbaik dan tepat sebelum memutuskan kembali kompetisi di Italia agar skenario terburuk berupa penambahan kasus Covid-10 tidak terjadi.
"Saya bahkan tidak bisa membuat prediksi kapan atau jika kita akan melanjutkan kompetisi. Karena, selama dua bulan terakhir ini menjadi mimpi buruk. Katakan saja jika kita mulai bermain, tapi ada peluang besar, gangguan menghampiri," ujar Castellacci. (Baca juga: Tim Medis Pastikan Pemain Persib Sehat dan Bugar)
Castellacci memprediksi jika ada tertular, semuanya terhenti. Hal tersebut menjadi pernyataan besar apakah FIGC dan Pemerintah Italia benar-benar ingin membiarkan sepak bola dilanjutkan atau tidak. Masalah serius lain yang muncul dengan perubahan protokol medis adalah masalah kesalahan. Karena, klub medis akan dianggap bertanggung jawab jika ada yang kontak Covid-19.
Padahal, Castellacci menilai seorang tenaga medis harus melakukan pekerjaannya, yakni menjaga keselamatan para pemain dan staf. Tapi, dia tidak dapat mengawasi mereka 24 jam sehari. Sebagai contoh, Castellacci mengungkapkan banyak petugas medis di Seri B ini hanya bekerja untuk secara paruh waktu.
Jika harus melakukan beberapa tes, otoritas kesehatan harus menyediakan persediaan sekitar 11.000 tes swab sembari memastikan sepak bola tidak mengambil apa-apa dari kebutuhan masyarakat umum. Karena itu, Castellacci mengajak semua pihak memikirkan langkah terbaik dan tepat sebelum memutuskan kembali kompetisi di Italia agar skenario terburuk berupa penambahan kasus Covid-10 tidak terjadi.
"Saya bahkan tidak bisa membuat prediksi kapan atau jika kita akan melanjutkan kompetisi. Karena, selama dua bulan terakhir ini menjadi mimpi buruk. Katakan saja jika kita mulai bermain, tapi ada peluang besar, gangguan menghampiri," ujar Castellacci. (Baca juga: Tim Medis Pastikan Pemain Persib Sehat dan Bugar)
Lihat Juga :