Sambut Toyota Thailand Open, Hasil di Turnamen Sebelumnya Harus Jadi Acuan

Selasa, 19 Januari 2021 - 08:31 WIB
“Di ganda campuran Praveen/Melati memang seharusnya bisa menan, tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.

Bertanding saat wabah virus Corona sangat sulit. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius menerapkan protokol kesehatan. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.

“Tidak mudah bagi anak-anak untuk menjalani turnamen di masa pandemi (virus Corona) ini. Protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress,” jelas Rionny, dilaman badmintonindonesia.

“Kasus positif virus Corona di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” lanjutnya.

Untuk turnamen selanjutnya, Toyota Thailand Terbuka akan digelar pada 19-24 Januari. Skuad Indonesia kembali lakukan pesiapan untuk dapatkan hasil yang maksimal. Hasil di turnamen sebelumnya tentu harus jadi bahan pelajaran.

“Kami melakukan swab test lagi dan lalu kembali berlatih untuk turnamen berikutnya. Kondisi anak-anak sementara ini oke dan sehat. Memang kondisi fisik beberapa pemain yang main di semifinal dan final agak kelelahan tapi kami tim pelatih dan ofisial terus menjaga kondisinya,” tambahnya.

Baca Juga: Juara Super 1.000 Pertama, Greysia Mewek Dipelukan Apriyani

“Persiapannya yang terpenting adalah mengembalikan dulu kebugaran, menjaga asupan gizi agar mereka tetap sehat dan tidak stress. Setelah itu saya berharap semuanya bisa tampil lebih maksimal dari pekan lalu,” tutup Rionny.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!