PBSI Ungkap Alasan Owi Berstatus Magang di Pelatnas
Rabu, 20 Mei 2020 - 11:30 WIB
Susy mengatakan saat itu Tontowi memang direncanakan akan berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Keduanya bahkan sempat dipasangkan pada ajang Indonesia Masters 2020 dan lolos babak kualifikasi meski belum pernah menjalani latihan bersama. (Baca juga: Gaya Main, Emas Olimpiade, dan Juara Dunia Owi Disorot BWF)
Namun, pasangan ini tidak menemui kejelasan dan tidak berlanjut ke ajang Thailand Masters 2020 lantaran Apriyani harus mengejar poin Olimpiade 2020 pada nomor ganda putri. Selain itu, bersama pasangannya, Greysia Polii, Apriyani telah lolos ke ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
Di tengah kondisi tersebut, PBSI menyatakan masih memberi kesempatan pengiriman ke turnamen-turnamen untuk Owi. Namun, seluruh program harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan bermain serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Jika hasilnya baik, akan ada penghargaan berupa extra try out untuk Tontowi. Hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.
"Kami harus bisa bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020," ujarnya. (Abriandi)
Namun, pasangan ini tidak menemui kejelasan dan tidak berlanjut ke ajang Thailand Masters 2020 lantaran Apriyani harus mengejar poin Olimpiade 2020 pada nomor ganda putri. Selain itu, bersama pasangannya, Greysia Polii, Apriyani telah lolos ke ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
Di tengah kondisi tersebut, PBSI menyatakan masih memberi kesempatan pengiriman ke turnamen-turnamen untuk Owi. Namun, seluruh program harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan bermain serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Jika hasilnya baik, akan ada penghargaan berupa extra try out untuk Tontowi. Hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.
"Kami harus bisa bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020," ujarnya. (Abriandi)
(ysw)
Lihat Juga :