Lempar Ban Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Jadi Cibiran
Senin, 29 Maret 2021 - 20:05 WIB
Pada pertandingan tersebut memang tidak menggunakan VAR maupun teknologi garis gawang. Tapi, jika melihat tayangan ulang, bola sepertinya terlihat sudah melewati garis. Hanya saja, wasit tidak mengesahkan gol itu.
Hal itu membuat Ronaldo murka. Setelah melakukan protes keras, veteran berusia 36 tahun itu langsung meninggalkan lapangan. Dia lalu melepas dan melempar ban kapten yang dikenakan ke tanah. Padahal, pertandingan masih belum selesai.
Ini yang menjadi sorotan. menurut mantan bek Portugal, Fernando Meira, apa yang ditunjukkan Ronaldo bukanlah contoh yang bagus. Apalagi, dia merupakan kapten tim. Meira menyayangkan sikap yang ditunjukkan kompatriotnya itu.
Meira paham Ronaldo merasa kesal dan ingin melayangkan protes. Namun, dia merasa protes yang dilakukan mantan bintang Real Madrid itu sudah sangat berlebihan. “Reaksi (kesal) Cristiano itu wajar, tetapi itu tidak dapat diterima untuk kapten tim nasional,” ucapnya.
“Dia tidak bisa melempar ban kapten ke tanah dan pergi ke ruang ganti sementara permainan berlanjut. Itu tidak bisa diterima untuk pemain yang menganggap penting dirinya. Saya memahami rasa frustrasinya dan saya setuju dengannya karena golnya valid,” lanjut Meira.
Hal itu membuat Ronaldo murka. Setelah melakukan protes keras, veteran berusia 36 tahun itu langsung meninggalkan lapangan. Dia lalu melepas dan melempar ban kapten yang dikenakan ke tanah. Padahal, pertandingan masih belum selesai.
Ini yang menjadi sorotan. menurut mantan bek Portugal, Fernando Meira, apa yang ditunjukkan Ronaldo bukanlah contoh yang bagus. Apalagi, dia merupakan kapten tim. Meira menyayangkan sikap yang ditunjukkan kompatriotnya itu.
Meira paham Ronaldo merasa kesal dan ingin melayangkan protes. Namun, dia merasa protes yang dilakukan mantan bintang Real Madrid itu sudah sangat berlebihan. “Reaksi (kesal) Cristiano itu wajar, tetapi itu tidak dapat diterima untuk kapten tim nasional,” ucapnya.
“Dia tidak bisa melempar ban kapten ke tanah dan pergi ke ruang ganti sementara permainan berlanjut. Itu tidak bisa diterima untuk pemain yang menganggap penting dirinya. Saya memahami rasa frustrasinya dan saya setuju dengannya karena golnya valid,” lanjut Meira.
Lihat Juga :