Mengapa Jumlah Penonton di Tiap Stadion Piala Eropa 2020 Berbeda-beda?
Rabu, 14 Juli 2021 - 13:58 WIB
Sementara untuk jumlah sendiri, UEFA menyerahkan jumlah kapasitas kepada setiap negara tuan rumah. Karena setiap negara memiliki kebijakan berbeda mengenai penanganan pandemi Covid-19.
Sebagai contoh, Azerbaijan, Rumania, Skotlandia, Denmark, Rusia, Italia dan Belanda sama-sama sepakat untuk tak mengisi stadion dengan kapasitas maksimal. Mereka hanya memperkenankan antara 25 hingga 50 persen kapasitas stadion.
Saint Petersburg (Rusia) dan Baku (Azerbaijan) telah mengkonfirmasi kapasitas 50 persen hadir. Tetapi, khusus di Azerbaijan, negara itu tidak mengizinkan penonton dari luar negeri, kecuali warga yang datang dari peserta tim Grup A dan perempatfinalis.
Baca Juga: Presiden UEFA Kapok Gelar Piala Eropa 2020 di Sejumlah Negara
Lalu Glasgow (Skotlandia), dan Roma (Italia) akan menampung 25 persen dari kapasitas stadion. Lalu, Kopenhagen (Denmark) membuka kapasitas 40 persen stadion di laga pertama fase grup, dan ditambah menjadi 67 persen di sisa laga.
Sedangkan Amsterdam (Belanda) membuka kapasitas 33 persen saja. Sementara Bucharest (Romania) awalnya membuka kapasitas 25 persen pada fase grup, sebelum mengubahnya menjadi 50 persen di fase grup.
Sebagai contoh, Azerbaijan, Rumania, Skotlandia, Denmark, Rusia, Italia dan Belanda sama-sama sepakat untuk tak mengisi stadion dengan kapasitas maksimal. Mereka hanya memperkenankan antara 25 hingga 50 persen kapasitas stadion.
Saint Petersburg (Rusia) dan Baku (Azerbaijan) telah mengkonfirmasi kapasitas 50 persen hadir. Tetapi, khusus di Azerbaijan, negara itu tidak mengizinkan penonton dari luar negeri, kecuali warga yang datang dari peserta tim Grup A dan perempatfinalis.
Baca Juga: Presiden UEFA Kapok Gelar Piala Eropa 2020 di Sejumlah Negara
Lalu Glasgow (Skotlandia), dan Roma (Italia) akan menampung 25 persen dari kapasitas stadion. Lalu, Kopenhagen (Denmark) membuka kapasitas 40 persen stadion di laga pertama fase grup, dan ditambah menjadi 67 persen di sisa laga.
Sedangkan Amsterdam (Belanda) membuka kapasitas 33 persen saja. Sementara Bucharest (Romania) awalnya membuka kapasitas 25 persen pada fase grup, sebelum mengubahnya menjadi 50 persen di fase grup.
Lihat Juga :