Ikuti Aksi Para Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo Lewat News RCTI+
Selasa, 03 Agustus 2021 - 17:36 WIB
Bulutangkis masih jadi andalan dari kontingan Indonesia untuk mendulang medali emas. Hingga Sabtu Siang (31/7) asa Indonesia untuk meraih emas di Cabor ini masih terjaga. Pasangan ganda putri Indonesia mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya masuk final cabang bulutangkis Olimpiade. Di final yang akan berlangsung pada Hari Senin (2/8) Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan berebut medali emas dengan pasangan dari China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
Di tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, masih menjaga harapan Indonesia untuk meraih medali setelah berhasil masuk ke babak semifinal. Sementara Di ganda putra, awalnya Indonesia sangat berharap bisa meraih emas. Sayang unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus terhenti di perempat final. Di Ganda Putra Indonesia tinggal berharap pada pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk meraih medali perunggu.
Meski tidak dihadiri penonton, cabang bulutangkis tidak kehilangan pamor. Persaingannya sangat ketat dan sengit. Hampir semua unggulan pertama di cabang ini berguguran sebelum masuk semifinal. Kejutan besar terjadi di tunggal putra ketika pemain veteran Kevin Cordon (34 tahun) asal Guetemala berhasil menembus semifinal. Sesaat setelah mengalahkan Heo Kwang Hee, Kevin Cordon pun tak mampu menahan emosinya. Ia pun menangis sambil berguling-guling di pinggir lapangan. Sejarah pun dicatat oleh Kevin Cordon, sebagai atlet dari negeri kecil Guetemala yang berhasil masuk babak semifinal di ajang sebesar Olimpiade.
Olimpiade memang ajang bergengsi bagi semua atlet yang berlaga. Hanya diselenggarakan empat tahun sekali. Kali ini karena pandemic, olimpiade harus molor jadi lima tahun. Tidak semua atlet bisa bertanding di Olimpiade. Mereka harus bersaing terlebih dahulu di babak kualifikasi yang berlangsung 1 hingga 2 tahun sebelum penyelenggaraan.
Sebagai atlet yang mewakili negara, mereka juga punya kebanggaan sekaligus beban, karena mewakili jutaan bahkan ratusan juta penduduk di negaranya masing-masing. Beban mewakili negara inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa banyak unggulan di masing-masing cabor yang sudah gugur di babak-babak awal sebelum mencapai final.
Seperti yang dialami petenis nomer 1 dunia asal Serbia Novak Djokovic yang tumbang di babak semifinal. Demikian juga dengan petenis putri andalan tuan rumah Jepang Naomi Osaka juga harus tersingkir sebelum masuk babak final.
Persaingan sengit masih akan terjadi di cabor-cabor yang lain. Di sepakbola putra misalnya Timnas Argentina yang baru saja menjuarai Copa America 2021, gagal melawati fase group. Di cabor ini, Timnas Brasil kini diunggulkan untuk meraih emas. Selain Brasil, ada Spanyol dan Jepang yang juga difavoritkan bisa meraih emas cabor Sepakbola.
Di perolehan medali emas seperti yang sudah diduga Amerika Serikat dan China bersaing ketat. Jepang sebagai tuan rumah untuk sementara menyodok di urutan kedua dalam daftar perolehan mendali sementara (Sabtu 31/7). China di tempat pertama dengan 20 emas, Jepang 17 emas dan Amerika Serikat 16 emas. Sementara Indonesia baru mengantongi satu perak dan dua perunggu. Semua medali tersebut diraih dari cabang angkat besi.
Di tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, masih menjaga harapan Indonesia untuk meraih medali setelah berhasil masuk ke babak semifinal. Sementara Di ganda putra, awalnya Indonesia sangat berharap bisa meraih emas. Sayang unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus terhenti di perempat final. Di Ganda Putra Indonesia tinggal berharap pada pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk meraih medali perunggu.
Meski tidak dihadiri penonton, cabang bulutangkis tidak kehilangan pamor. Persaingannya sangat ketat dan sengit. Hampir semua unggulan pertama di cabang ini berguguran sebelum masuk semifinal. Kejutan besar terjadi di tunggal putra ketika pemain veteran Kevin Cordon (34 tahun) asal Guetemala berhasil menembus semifinal. Sesaat setelah mengalahkan Heo Kwang Hee, Kevin Cordon pun tak mampu menahan emosinya. Ia pun menangis sambil berguling-guling di pinggir lapangan. Sejarah pun dicatat oleh Kevin Cordon, sebagai atlet dari negeri kecil Guetemala yang berhasil masuk babak semifinal di ajang sebesar Olimpiade.
Olimpiade memang ajang bergengsi bagi semua atlet yang berlaga. Hanya diselenggarakan empat tahun sekali. Kali ini karena pandemic, olimpiade harus molor jadi lima tahun. Tidak semua atlet bisa bertanding di Olimpiade. Mereka harus bersaing terlebih dahulu di babak kualifikasi yang berlangsung 1 hingga 2 tahun sebelum penyelenggaraan.
Sebagai atlet yang mewakili negara, mereka juga punya kebanggaan sekaligus beban, karena mewakili jutaan bahkan ratusan juta penduduk di negaranya masing-masing. Beban mewakili negara inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa banyak unggulan di masing-masing cabor yang sudah gugur di babak-babak awal sebelum mencapai final.
Seperti yang dialami petenis nomer 1 dunia asal Serbia Novak Djokovic yang tumbang di babak semifinal. Demikian juga dengan petenis putri andalan tuan rumah Jepang Naomi Osaka juga harus tersingkir sebelum masuk babak final.
Persaingan sengit masih akan terjadi di cabor-cabor yang lain. Di sepakbola putra misalnya Timnas Argentina yang baru saja menjuarai Copa America 2021, gagal melawati fase group. Di cabor ini, Timnas Brasil kini diunggulkan untuk meraih emas. Selain Brasil, ada Spanyol dan Jepang yang juga difavoritkan bisa meraih emas cabor Sepakbola.
Di perolehan medali emas seperti yang sudah diduga Amerika Serikat dan China bersaing ketat. Jepang sebagai tuan rumah untuk sementara menyodok di urutan kedua dalam daftar perolehan mendali sementara (Sabtu 31/7). China di tempat pertama dengan 20 emas, Jepang 17 emas dan Amerika Serikat 16 emas. Sementara Indonesia baru mengantongi satu perak dan dua perunggu. Semua medali tersebut diraih dari cabang angkat besi.
Lihat Juga :