Jadi Boomber Tersubur di Inggris, Rooney Bicara tentang Produktivitas
Selasa, 21 April 2020 - 11:35 WIB
“Ini mungkin mengejutkan Anda, tapi saya bukan pencetak gol alami. Saya tidak pernah menjadi Gary Lineker atau Ruud van Nistelrooy. Memegang rekor gol untuk Manchester United (MU) dan Inggris saya jelas sangat bangga tentang hal itu—namun ada banyak penyerang bernomor sembilan yang jauh lebih baik. Bagaimana saya bisa menjadi pemecah rekor jika saya bukan pencetak gol terbanyak? Waktu,” ucapnya.
Pengorbanan Rooney berbuah manis. Dia berhasil menjadi bomber tertajam sepanjang sejarah MU. Seperti diketahui, Rooney bergabung pada 2004 dengan 253 gol dari 559 penampilannya. Di bawah polesan pelatih bertangan dingin, Sir Alex Ferguson, penyerang berusia 34 tahun tersebut sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi bagi The Red Devils baik di pentas domestik maupun Eropa yakni Lima Liga Primer: 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012–13, satu Piala FA: 2015–16, tiga Piala Liga: 2005–06, 2009–10, 2016–17, empat Community Shield: 2007, 2010, 2011, 2016, satu Liga Champions: 2007-08, satu Liga Europa 2016–17 dan satu Piala Dunia antarklub: 2008.
Rooney bahkan sedikit menyesal karena tidak bisa mencetak lebih banyak gol. Dia juga menilai rekornya di MU lama bertahan karena banyak pemain hebat datang dan pergi silih berganti dan itu menguntungkannya. (Alimansyah)
Pengorbanan Rooney berbuah manis. Dia berhasil menjadi bomber tertajam sepanjang sejarah MU. Seperti diketahui, Rooney bergabung pada 2004 dengan 253 gol dari 559 penampilannya. Di bawah polesan pelatih bertangan dingin, Sir Alex Ferguson, penyerang berusia 34 tahun tersebut sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi bagi The Red Devils baik di pentas domestik maupun Eropa yakni Lima Liga Primer: 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012–13, satu Piala FA: 2015–16, tiga Piala Liga: 2005–06, 2009–10, 2016–17, empat Community Shield: 2007, 2010, 2011, 2016, satu Liga Champions: 2007-08, satu Liga Europa 2016–17 dan satu Piala Dunia antarklub: 2008.
Rooney bahkan sedikit menyesal karena tidak bisa mencetak lebih banyak gol. Dia juga menilai rekornya di MU lama bertahan karena banyak pemain hebat datang dan pergi silih berganti dan itu menguntungkannya. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :