Luncurkan Kampanye Gaya Hidup Sehat, FIFA dan ASEAN Didukung Oleh WHO
Rabu, 18 Agustus 2021 - 15:30 WIB
Penguatan layanan kesehatan mental juga merupakan respon ASEAN terhadap pandemi COVID-19 dan kedaruratan kesehatan masyarakat di masa depan melalui implementasi ASEAN Comprehensive Recovery Framework.
BACA JUGA: Meski Sudah Tak Muda Lagi, Messi Diyakini Mampu Bikin PSG Merajai Eropa, Baca News RCTI+
Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO mengatakan, WHO dengan senang hati mendukung kampanye #ReachOut, yang dipelopori oleh FIFA dan ASEAN, untuk mendorong orang berbicara tentang kesehatan mental mereka dan memberikan saran praktis untuk kesehatan mental yang baik.
Di Indonesia, kampanye #ReachOut dinilai relevan karena bidang olahraga termasuk sektor yang paling terdampak oleh pandemi. Pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kompetisi futsal seperti Liga Futsal Nusantara dan Liga Futsal Profesional membuat berhentinya kegiatan seluruh pelaku Futsal seperti Pelatih, wasit dan terutama pemain.
Pemain senior timnas futsal, Andri Kustiawan mengatakan, berkurangnya jam bertanding menjadi perhatian yang sangat serius bagi atlet seperti dirinya.
“Dampaknya sangat besar sekali. Untuk kesehatan mental pasti akan menurun dikarenakan jarang mengikuti turnamen, sebab seorang atlet terbiasa menjadi petarung yang haus akan kemenangan. Begitu pun juga dengan skill dan fisik kurnganya pressure pertandingan yang kompetitif pasti akan berdampak pada penurunan 2 modal penting ini bagi atlet” ungkap Andri Kustiawan.
BACA JUGA: Meski Sudah Tak Muda Lagi, Messi Diyakini Mampu Bikin PSG Merajai Eropa, Baca News RCTI+
Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO mengatakan, WHO dengan senang hati mendukung kampanye #ReachOut, yang dipelopori oleh FIFA dan ASEAN, untuk mendorong orang berbicara tentang kesehatan mental mereka dan memberikan saran praktis untuk kesehatan mental yang baik.
Di Indonesia, kampanye #ReachOut dinilai relevan karena bidang olahraga termasuk sektor yang paling terdampak oleh pandemi. Pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kompetisi futsal seperti Liga Futsal Nusantara dan Liga Futsal Profesional membuat berhentinya kegiatan seluruh pelaku Futsal seperti Pelatih, wasit dan terutama pemain.
Pemain senior timnas futsal, Andri Kustiawan mengatakan, berkurangnya jam bertanding menjadi perhatian yang sangat serius bagi atlet seperti dirinya.
“Dampaknya sangat besar sekali. Untuk kesehatan mental pasti akan menurun dikarenakan jarang mengikuti turnamen, sebab seorang atlet terbiasa menjadi petarung yang haus akan kemenangan. Begitu pun juga dengan skill dan fisik kurnganya pressure pertandingan yang kompetitif pasti akan berdampak pada penurunan 2 modal penting ini bagi atlet” ungkap Andri Kustiawan.
Lihat Juga :