Terpincang-pincang, Anthony Joshua Pimpin Aksi Damai di Watford

Minggu, 07 Juni 2020 - 03:01 WIB
Aksi demonstrasi menolak rasisme di Amerika Serikat meluas ke berbagai negara. Di Inggris, aksi serupa dipimpin petinju kelas berat Anthony Joshua. Foto: Reuters
WATFORD - Aksi demonstrasi menolak rasisme di Amerika Serikat meluas ke berbagai negara. Di Inggris, tapatnya di Watford, aksi serupa berlangsung damai dipimpin petinju kelas berat Anthony Joshua.

Mengenakan pakaian serba hitam dengan hoodie bertuliskan Black Lives Matter, Joshua memimpin ratusan orang berjalan (long march) di kota kelahirannya di Watford. Meski harus dibantu tongkat -lantaran cederanya belum sembuh, semangat Joshua tidak terlihat surut.



Di tengah-tengah long march, Joshua berbicara mengguanakan pengeras suara. Petinju yang memenangkan sabuk juara dunia kelas berat WBA, WBO dan IBF itu berorasi mengutuk segala bentuk rasisme yang masih terjadi di dunia. (Baca juga: Baru 3 Tahun, Anak Tyson Fury Sudah Berani Tantang Anthony Joshua )

“Rasisme adalah virus, dan kita menggelar aksi demonstrasi seperti ini seperti vaksin,” kata Joshua dalam orasinya.



Meski turun ke jalan, Joshua menekankan pada massa aksi agar tidak menyulut keributan, tak terprovokasi, apalagi sampai melakukan penjarahan dan membuat kerusuhan. Jika dilakukan dengan damai, kata Joshua, aksi demonstrasi seperti itu menurutnya akan lebih efektif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!