Persebaya Dirugikan, Aji Santoso Murka: PSSI Ingkar Janji Soal Pemain Timnas
Selasa, 04 Januari 2022 - 13:02 WIB
Baca juga: 3 Klub Italia Kalah Cepat, MU Ajukan Tawaran untuk Bintang River Plate Rp322 Miliar
"Dulu PSSI menjanjikan bahwa pertandingan putaran pertama atau pertandingan ke-17 itu ditunda, karena ada dua pemain kami yang bergabung ke Timnas makanya pertandingan itu ditunda," ucap Aji Santoso saat konferensi pers virtual, pada Selasa siang (4/1/2022).
Tetapi seusai Timnas Indonesia melakoni Piala AFF, pertandingan pekan 17 justru tetap digelar tanpa menunggu para pemain kembali ke tim masing-masing.
Hal ini dirasa merugikan Bajul Ijo, baik dari segi waktu dan recovery, mengingat penundaan pertandingan yang sebelumnya karena pemanggilan dua pemain Persebaya ke Timnas tak ada artinya.
"Seharusnya pertandingan dulu - dulu dilanjutkan saja, buat apa kan nggak ada artinya, sekarang pun ketika main pemain-pemain itu belum bisa bergabung dengan kita, kita rugi di waktu, rugi di masalah recovery," tutur kelahiran Kepanjen, Kabupaten Malang ini.
Menurutnya, bila ada kasus serupa yang dialami kontestan Liga 1 lain atau tim di kompetisi negara lain, apa yang disampaikannya cukup logis diterima.
"Dulu PSSI menjanjikan bahwa pertandingan putaran pertama atau pertandingan ke-17 itu ditunda, karena ada dua pemain kami yang bergabung ke Timnas makanya pertandingan itu ditunda," ucap Aji Santoso saat konferensi pers virtual, pada Selasa siang (4/1/2022).
Tetapi seusai Timnas Indonesia melakoni Piala AFF, pertandingan pekan 17 justru tetap digelar tanpa menunggu para pemain kembali ke tim masing-masing.
Hal ini dirasa merugikan Bajul Ijo, baik dari segi waktu dan recovery, mengingat penundaan pertandingan yang sebelumnya karena pemanggilan dua pemain Persebaya ke Timnas tak ada artinya.
"Seharusnya pertandingan dulu - dulu dilanjutkan saja, buat apa kan nggak ada artinya, sekarang pun ketika main pemain-pemain itu belum bisa bergabung dengan kita, kita rugi di waktu, rugi di masalah recovery," tutur kelahiran Kepanjen, Kabupaten Malang ini.
Menurutnya, bila ada kasus serupa yang dialami kontestan Liga 1 lain atau tim di kompetisi negara lain, apa yang disampaikannya cukup logis diterima.
Lihat Juga :