Raheem Sterling Buka-bukaan Soal Rasisme di Sepak Bola

Rabu, 10 Juni 2020 - 12:29 WIB
Karena itu, menurut pemain sayap Manchester City tersebut, protes pada rasisme tidak sekadar menaruh lutut (gerakan dimulai quarterback NFL Colin Kaepernick), tapi butuh aksi nyata dengan memberikan kesempatan sama besar karena kemampuan, bukan warna kulit.

Dia kemudian menyebut bagaimana diskriminasi itu masih terasa di sepak bola. Masih ada jurang perbedaan antara pemain kulit putih dan BAME dalam karier, perlakukan, dan penentuan pendapatan. "Ada sekitar 500 pemain di Liga Primer dan sepertiga dari mereka berkulit hitam. Kami tidak memiliki perwakilan kami dalam hierarki dan tidak ada perwakilan kami dalam staf pelatih,” tandasnya.

Bicara tentang jumlah pemain BAME, mengalami peningkatan sejak liga dimulai pada tahun 1992. Penelitian yang dilakukan talkSPORT mengungkapkan pada akhir pekan pembukaan musim Liga Primer musim 2017, ada 218 pemain Inggris di semua starting line-up, 36 di antaranya berasal dari latar belakang BAME; proporsi 16,5%. Sementara saat musim 2017/2018 dimulai, proporsinya adalah 33%.

Periode yang sangat signifikan terjadi antara 2002/2003 dan 2007/2008, yang melihat proporsi BAME Inggris meningkat dari 22% menjadi 33% di papan atas. Sementara fluktuasi lebih besar, proporsi penampilan pemain BAME naik dari 7% di Euro 96 menjadi 50% di Euro 2012. (Baca juga: Bocoran Jadwal Pembuka MotoGP di Sirkuit Jerez)

Ketika Inggris menjadi tuan rumah Euro pada 1996, Paul Ince dan Campbell adalah satu-satunya pemain BAME yang muncul selama lima pertandingan. Sebaliknya, pertandingan pembuka Inggris saat Euro 2012 melawan Prancis, ada Glen Johnson, Cole, Joleon Lescott, Ashley Young, Danny Welbeck, Alex Oxlade-Chamberlain, Jermain Defoe, dan Theo Walcott, semuanya bermain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!