Kisah Kurniawan Dwi Yulianto: Si Kurus yang Mengguncang Liga Eropa
Jum'at, 14 Januari 2022 - 07:06 WIB
Sepak terjang si Kurus mencuri perhatian pemandu bakat di Tanah Air hingga namanya lolos dalam daftar 22 pemain muda U-16 yang berkiprah di Italia melalui progam Primavera PSSI pada tahun 1993. Perfoma si Kurus sangat menonjol selama menjalani program Primavera PSSI.
Si Kurus mendapat pengalaman berharga yang tidak pernah dilupakannya sampai sekarang. Pemain kelahiran Magelang itu terpilih masuk ikut berlatih bersama klub Italia, Sampdoria. Kurniawan mengakui dirinya mendapatkan pengalaman bagaimana menjadi pemain profesional sejati. ''Saya belajar profesional sejati sebagai pemain sepak bola. Bagaimana menjaga kedisiplinan di dalam dan luar lapangan,"tutur Kurniawan dalam YouTube AkurasiTV.
Performa si Kurus terus menanjak selama mengikuti kompetisi Primavera bersama Sampdoria. Hebatnya, Kurniawan masuk dalam daftar top skor Primavera. Kurniawan mengungkapkan kebanggaannya kala itu ketika membantu Sampdoria menjadi nomor satu di kompetisi Primavera.
Kemampuan Kurniawan terendus jajaran kepelatihan Sampdoria hingga membawanya terpilih mengikuti pramusim dalam tajuk Tour Asia. Bahkan, Kurniawan dipilih Sampdoria melawan Timnas Indonesia pada tahun 1994 di Senayan.
Yang membanggakan, Kurniawan bisa bersaing bersama legenda sepak bola Italia seperti Roberto Mancini, Enrico Chiesa, dan Filippo Maniero yang kala itu menjadi pemain andalan Sampdoria. Bahkan, Kurniawan juga satu tim dengan David Platt, pemain Timnas Inggris.
Setelah Tour Asia, Kurniawan masih butuh banyak menit bermain hingga mendapat kesempatan mengembangkan karier di Eropa. Si Kurus mendapat tawaran untuk bermain dengan klub Liga Swiss, FC Luzern. Sepak terjang Kurniawan Dwi Yulianto bersama FC Luzern hanya semusim dengan mencatat 12 caps dan mencetak tiga gol. Kendati sebentar, Kurniawan mencatatkan diri sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain dan mencetak gol di salah satu Liga Eropa.
Si Kurus mendapat pengalaman berharga yang tidak pernah dilupakannya sampai sekarang. Pemain kelahiran Magelang itu terpilih masuk ikut berlatih bersama klub Italia, Sampdoria. Kurniawan mengakui dirinya mendapatkan pengalaman bagaimana menjadi pemain profesional sejati. ''Saya belajar profesional sejati sebagai pemain sepak bola. Bagaimana menjaga kedisiplinan di dalam dan luar lapangan,"tutur Kurniawan dalam YouTube AkurasiTV.
Performa si Kurus terus menanjak selama mengikuti kompetisi Primavera bersama Sampdoria. Hebatnya, Kurniawan masuk dalam daftar top skor Primavera. Kurniawan mengungkapkan kebanggaannya kala itu ketika membantu Sampdoria menjadi nomor satu di kompetisi Primavera.
Kemampuan Kurniawan terendus jajaran kepelatihan Sampdoria hingga membawanya terpilih mengikuti pramusim dalam tajuk Tour Asia. Bahkan, Kurniawan dipilih Sampdoria melawan Timnas Indonesia pada tahun 1994 di Senayan.
Yang membanggakan, Kurniawan bisa bersaing bersama legenda sepak bola Italia seperti Roberto Mancini, Enrico Chiesa, dan Filippo Maniero yang kala itu menjadi pemain andalan Sampdoria. Bahkan, Kurniawan juga satu tim dengan David Platt, pemain Timnas Inggris.
Setelah Tour Asia, Kurniawan masih butuh banyak menit bermain hingga mendapat kesempatan mengembangkan karier di Eropa. Si Kurus mendapat tawaran untuk bermain dengan klub Liga Swiss, FC Luzern. Sepak terjang Kurniawan Dwi Yulianto bersama FC Luzern hanya semusim dengan mencatat 12 caps dan mencetak tiga gol. Kendati sebentar, Kurniawan mencatatkan diri sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain dan mencetak gol di salah satu Liga Eropa.
Lihat Juga :