Inovasi UniPin Menduniakan Esports Karya Anak Bangsa

Senin, 21 Februari 2022 - 23:01 WIB
Games tersebut seperti PUBG online, Free Fire, Tekken 7, DOTA 2, dan Chess Rush. Turnamen ini juga mendapatkan banyak dukungan dari komunitas eSports, pemerintah, media, maupun akademisi.

“Di 2021 kami terus berjuang melakukan yang terbaik dan berhasil beradaptasi di situasi pandemi. Terjadi peningkatan jumlah transaksi dan pengguna, serta tak surutnya antusiasme masyarakat dalam acara-acara yang kami selenggarakan. Semua tentunya tak lepas dari banyaknya dukungan yang kami terima, baik dari para pengguna setia maupun rekan dan partner kami,” kata Ashadi.

Tahun ini, pihaknya berharap dapat menjangkau lebih banyak orang di seluruh dunia dan meraih lebih banyak penghargaan untuk dapat menjadi kebanggaan bagi negara Indonesia. Melanjutkan keberhasilan di 2021 dan tahun-tahun sebelumnya, di 2022 UniPin berencana untuk melakukan ekspansi ke lebih banyak lagi negara serta melayani lebih banyak pengguna.

Ashadi Ang memiliki visi agar UniPin dapat bertumbuh pesat dan menjadi karya anak bangsa yang dapat diandalkan oleh industri gaming di seluruh dunia. Dia pun ingin terus berkomitmen memberikan layanan top-up mudah, cepat, dan aman bagi para pengguna di seluruh dunia. Setelah berkiprah selama lebih dari 11 tahun di Indonesia, UniPin kini menjadi salah satu karya anak bangsa yang berhasil merambah ke pasar global.

Ide UniPin pertama kali tercetus di 2009 sebagai buah pemikiran Ashadi Ang dalam mencari solusi bagaimana menyatukan pembayaran dari beragam game online. Setelah melalui proses riset dan pengembangan dalam hal bisnis dan teknologi, UniPin kemudian secara resmi diluncurkan pada tahun 2011.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!