Konsisten Lawan Rasisme, Hamilton Akan Gelar Aksi Berlutut di GP Austria
Kamis, 18 Juni 2020 - 16:05 WIB
Hamilton juga mengkritik politisi yang mengecam pengunjuk rasa yang merobohkan patung Edward Colston, pedagang Inggris yang terlibat dalam perdagangan budak Atlantik abad ke-17 di Bristol awal Juni 2020 lalu. Para pengunjuk merobohkan patung Edward Colston dengan cara mengikat tali, lalu diceburkan ke sungai.
"Patung itu tidak akan pernah dirobohkan, kalau tidak ada pengunjuk rasa. Patung tersebut harus tetap di sungai dengan 20.000 jiwa Afrika yang meninggal," kata Hamilton .
Sementara itu, salah seorang pejabat F1 kepada Sportsmail mengatakan, mendukung sikap yang diambil Lewis Hamilton tetang rasisme. 'Ini adalah masalah yang sangat penting, dan kami mendukung siapa pun yang ingin menunjukkan dukungan mereka dalam perang melawan rasisme," ujarnya.
"Patung itu tidak akan pernah dirobohkan, kalau tidak ada pengunjuk rasa. Patung tersebut harus tetap di sungai dengan 20.000 jiwa Afrika yang meninggal," kata Hamilton .
Sementara itu, salah seorang pejabat F1 kepada Sportsmail mengatakan, mendukung sikap yang diambil Lewis Hamilton tetang rasisme. 'Ini adalah masalah yang sangat penting, dan kami mendukung siapa pun yang ingin menunjukkan dukungan mereka dalam perang melawan rasisme," ujarnya.
(zil)
Lihat Juga :