Marc Marquez Korban Ambisi Bos Tim Repsol Honda?
Rabu, 27 Juli 2022 - 05:05 WIB
“Alberto Puig memberi tekanan pada pengemudinya dengan meneriaki mereka, saya tahu apa yang bisa dia katakan kepada mereka,” ucap Burillo yang menggambarkan kondisi Paddock Honda di bawah kepemimpinannya.
Baca juga: Unggul 63 Poin di Klasemen F1 2022, Max Verstappen: Melebihi Perkiraan
Burillo pun mengaitkan tuntutan Puig tersebut dengan peristiwa di Jerez pada Juli 2020. Peristiwa yang merupakan titik balik dalam karier dan kehidupan Marc Marquez dengan sejumlah prestasi sebelumnya.
Burillo menggambarkan ketika balapan berlangsung, Marquez mengalami tekanan berat dari Puig. Tak ayal, sang pembalap seolah-olah menggambarkan itu adalah balapan terakhirnya dalam karier.
“Mungkin jatuhnya Marc Marquez di Jerez juga karena kegilaan Puig. Karena Alberto, pada saat Marc kembali dan berada di urutan ketiga dengan hanya Maverick dan Quartararo di depannya,” ucap Burillo dikutip laman Paddock GP, Selasa (26/7/2022).
Baca juga: Unggul 63 Poin di Klasemen F1 2022, Max Verstappen: Melebihi Perkiraan
Burillo pun mengaitkan tuntutan Puig tersebut dengan peristiwa di Jerez pada Juli 2020. Peristiwa yang merupakan titik balik dalam karier dan kehidupan Marc Marquez dengan sejumlah prestasi sebelumnya.
Burillo menggambarkan ketika balapan berlangsung, Marquez mengalami tekanan berat dari Puig. Tak ayal, sang pembalap seolah-olah menggambarkan itu adalah balapan terakhirnya dalam karier.
“Mungkin jatuhnya Marc Marquez di Jerez juga karena kegilaan Puig. Karena Alberto, pada saat Marc kembali dan berada di urutan ketiga dengan hanya Maverick dan Quartararo di depannya,” ucap Burillo dikutip laman Paddock GP, Selasa (26/7/2022).
Lihat Juga :