Berikan Semua Gelar, Klopp: Mempertahankan Itu Lebih Sulit
Sabtu, 04 Juli 2020 - 11:29 WIB
Klopp memprediksi Liga Primer musim depan bakal lebih sulit. Klopp mengatakan, Man City akan menjadi kuat musim depan, MU, Chelsea juga. Tottenham Hotspur dan Arsenal tidak akan tidur. “Kami harus bermain 38 pertandingan dalam setahun dan siapa pun yang menang paling banyak memenangkan liga. Kami memiliki situasi yang sama dengan tim lain,” terang Klopp. (Baca juga: Kalah dari West Ham, Lampard Keluhkan Inkonsistensi Pemain Chelsea)
Kewaspadaan Klopp tergambar jelas dari pesan yang diberikan Man City. Reputasi Liverpool sebagai juara musim ini sedikit ternoda di Etihad Stadium, Jumat (3/7). Mendapatkan Guard of Honour sebelum kick off, Jordan Henderson harus pulang dengan tertunduk usai kalah 0-4 dari The Citizens.
Gawang Allison Becker bergantian dijebol eksekusi penalti, Kevin de Bruyne pada menit ke-25, Raheem Sterling (35), Phil Foden (45) dan gol bunuh diri Alex Oxlade-Chamberlain (66). Ini adalah kekalahan terbesar kedua yang dialami tim yang sudah memahkotai juara Liga Primer. Sebelumnya, Arsenal kalah 4-0 saat bertandang ke Liverpool pada 1997/98, yang juga merupakan pertandingan The Gunners setelah memenangkan gelar.
Itu juga menjadi kekalahan terberat kedua Liverpool di Liga Primer di bawah Jurgen Klopp yang terjadi di Stadion Etihad setelah 0-5 dari lawan yang sama pada September 2017. "Mereka (Man City) lebih cepat daripada yang kami pikirkan. Kami kurang bagus dalam mengalirkan bola. Itu masalah besar ketika menghadapi Man City. Kami memiliki momen. Kami memiliki peluang, kami tidak menggunakannya. Hasilnya harus kami terima,” tutur Klopp. (Lihat videonya: Diduga Gunakan ilmu Kebal, Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga)
Berbeda dengan Man City, Tottenham justru takluk 1-3 dari Sheffield United, Jumat (3/7). Bertandang ke Bramall Lane, The Lilywhites kebobolan tiga kali oleh gol gol Sander Berge (31), Lys Mousset (69) dan Oliver McBurnie (84). Tottenham hanya mencetak satu gol melalui Harry Kane (90). (Alimansyah)
Kewaspadaan Klopp tergambar jelas dari pesan yang diberikan Man City. Reputasi Liverpool sebagai juara musim ini sedikit ternoda di Etihad Stadium, Jumat (3/7). Mendapatkan Guard of Honour sebelum kick off, Jordan Henderson harus pulang dengan tertunduk usai kalah 0-4 dari The Citizens.
Gawang Allison Becker bergantian dijebol eksekusi penalti, Kevin de Bruyne pada menit ke-25, Raheem Sterling (35), Phil Foden (45) dan gol bunuh diri Alex Oxlade-Chamberlain (66). Ini adalah kekalahan terbesar kedua yang dialami tim yang sudah memahkotai juara Liga Primer. Sebelumnya, Arsenal kalah 4-0 saat bertandang ke Liverpool pada 1997/98, yang juga merupakan pertandingan The Gunners setelah memenangkan gelar.
Itu juga menjadi kekalahan terberat kedua Liverpool di Liga Primer di bawah Jurgen Klopp yang terjadi di Stadion Etihad setelah 0-5 dari lawan yang sama pada September 2017. "Mereka (Man City) lebih cepat daripada yang kami pikirkan. Kami kurang bagus dalam mengalirkan bola. Itu masalah besar ketika menghadapi Man City. Kami memiliki momen. Kami memiliki peluang, kami tidak menggunakannya. Hasilnya harus kami terima,” tutur Klopp. (Lihat videonya: Diduga Gunakan ilmu Kebal, Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga)
Berbeda dengan Man City, Tottenham justru takluk 1-3 dari Sheffield United, Jumat (3/7). Bertandang ke Bramall Lane, The Lilywhites kebobolan tiga kali oleh gol gol Sander Berge (31), Lys Mousset (69) dan Oliver McBurnie (84). Tottenham hanya mencetak satu gol melalui Harry Kane (90). (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :