Kesaksian Abel Camara Lihat 7 Korban Tewas Terkena Gas Air Mata

Minggu, 02 Oktober 2022 - 21:01 WIB
Adapun, bomber Singo Edan itu juga membeberkan awal kericuhan terjadi yang dia lihat dengan mata kepalanya. Pada saat itu, ia dan kolega sebetulnya telah meminta maaf kepada Aremania (pendukung Arema FC). Namun, Aremania tak puas dan marah kepada para pemainnya sehingga masuk ke dalam stadion dan terjadi bentrokan dengan kepolisian.

"Ada ketegangan di udara. Setelah kami kalah, kami pergi untuk meminta maaf kepada para penggemar. Mereka mulai memanjat pagar, pagar, kami pergi ke ruang ganti," kata Abel Camara.

Kemudian, mantan pemain Belenenses SAD menjelaskan bagaimana beberapa jam berikutnya ia melihat ada suporter yang terkena tembakan gas air mata. Sehingga, sedikitnya ada tujuh orang yang meninggal tergeletak di hadapan mata kepalanya. Setelah itu, Abel dan kolega sempat tertahan di stadion dan pada akhirnya bisa melepaskan diri.

“Sejak saat itu kami mulai mendengar tembakan, mendorong. Kami memiliki orang-orang di dalam ruang ganti yang terkena gas air mata dan meninggal tepat di depan kami. Kami memiliki sekitar tujuh atau delapan orang tewas di ruang ganti," tutur Abel Camara.

“Kami harus tinggal di sana selama empat jam sebelum mereka berhasil mendorong semua orang menjauh. Ketika kami pergi, ketika semuanya lebih tenang, ada darah, sepatu kets, pakaian di seluruh aula stadion. Ketika kami meninggalkan stadion dengan bus, ada mobil sipil dan polisi yang terbakar, tetapi kami memiliki perjalanan yang mulus ke pusat pelatihan kami, kami mengambil mobil dan pulang. Sekarang kami berada di rumah, menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi," tutup Abel Camara.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!