Cerita Kakak-Beradik yang Selamat dari Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 09 Oktober 2022 - 15:00 WIB
Baik RADH maupun YN sudah tak lagi memikirkan tentang sepak bola. Kakak beradik itu trauma melihat pertandingan langsung di stadion. Kejadian dan tragedi yang ada di Kanjuruhan menjadi momen kelam dalam kehidupan mereka.

Sampai hari ini, mereka berdua masih belum pulih. Mata RADH masih merah dan sesak. Demikian juga denga YN yang masih terus batuk-batuk dan sejak nafas akibat gas air mata yang menyerang mereka.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Bisa Saja Muncul Tersangka Baru

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengunjungi sejumlah korban tragedi Kanjuruhan baik berat, sedang, dan ringan. Beberapa korban sakit akibat gas air mata.

Pertama ada FCCN (14) yang mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan batuk-batuk. Retina matanya sampai detik ini tidak ada warna putihnya.

Mereka juga menemui dua bersaudara RADH dan YN. Sang adik mengalami pendarahan dalam mata dan kakaknya sampai detik ini masih batuk dan sesak napas.

Begitu juga MI yang juga mengalami pendarahan dalam mata serta luka luka di kaki dan pinggang akibat terinjak-injak. Sementara AAA asal Jember masih dirawat dengan mata merah, kaki dan tangan patah.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!