Dikira Bawa Pesan LGBT, Aremania Ini Ternyata Suarakan Tragedi Kanjuruhan di Piala Dunia 2022
Jum'at, 25 November 2022 - 15:37 WIB
"Release clearance diberikan oleh Tournament Officer Security Police FIFA Match diStadion Al Janoub. Mereka juga meminta maaf atas ketidak nyamanan ini. Tidak ada unsur LGBT, hate speach, rasisme atau politik dalam banner," tambah Harie.
Sementara itu, dalam laporan WeAremania, Harie mengaku terbang dari tempat kerjanya di Kenya, Afrika, dan tiba di Qatar pada 22 November 2022. Sedangkan atribut kaos dan spanduk yang dibawanya dikirim langsung dari Malang.
Kaos dan poster berwarna hitam itu dijadikan sebagai media untuk menyuarakan keadilan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan. "Apa yang saya lakukan ini mewakili suara seluruh korban, baik yang korban nyawa maupun yang luka-luka dan selamat. Semoga tetap semangat memperjuangkan keadilan," tutur Harie.
BACA JUGA: Dunia Richarlison dan Pembuktian Kualitas
Sekadar informasi, Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 saat Arema menjamu Persebaya. Tercatat, dalam peristiwa tersebut menewaskan 135 nyawa dan ratusan orang luka-uka.
Sementara itu, dalam laporan WeAremania, Harie mengaku terbang dari tempat kerjanya di Kenya, Afrika, dan tiba di Qatar pada 22 November 2022. Sedangkan atribut kaos dan spanduk yang dibawanya dikirim langsung dari Malang.
Kaos dan poster berwarna hitam itu dijadikan sebagai media untuk menyuarakan keadilan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan. "Apa yang saya lakukan ini mewakili suara seluruh korban, baik yang korban nyawa maupun yang luka-luka dan selamat. Semoga tetap semangat memperjuangkan keadilan," tutur Harie.
BACA JUGA: Dunia Richarlison dan Pembuktian Kualitas
Sekadar informasi, Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 saat Arema menjamu Persebaya. Tercatat, dalam peristiwa tersebut menewaskan 135 nyawa dan ratusan orang luka-uka.
(yov)
Lihat Juga :