76 Indonesian Downhill 202: Abdul Hakim Pertahankan Posisi 100 Besar Dunia
Senin, 12 Desember 2022 - 14:50 WIB
Jalannya race pada final run berlangsung seru dan penuh kejutan. Andy Prayoga yang pada babak seeding run, Sabtu (10/12), sempat tercecer di urutan 11, memanaskan persaingan dengan merebut hot seat pertama dengan catatan waktu 3 menit 20.598 detik. Tak berselang lama, posisi hot seat diraih oleh Khoiful Mukhib yang menorehkan waktu mencengangkan yakni 3 menit 15.835 detik.
Penonton sempat mengira bahwa Mukhib sudah menyegel gelar juara dan mengulangi kesuksesan menjadi pemenang pada 76 Indonesian Downhill 2019 lalu. Namun, Abdul Hakim yang tampil sebagai rider terakhir membalikan keadaan dan merebut tahta juara dari Khoiful Mukhib dan unggul 0.4 detik dari rekan satu timnya tersebut.
Yang jelas, raihan 40 poin UCI yang dikantongi Abdul Hakim tak lepas dari status Ternadi Bike Park di Kudus yang merupakan lintasan downhill terbaik di Indonesia dan terdaftar sebagai trek kategori C1 Union Cycliste Internationale (UCI). Lintasan yang berada di kaki Gunung Muria ini memiliki panjang trek 2,3 km dan lebar trek 1,5 meter dengan obstacle paling ekstrim baik dari sisi elevasi (ketinggian) maupun segi lintasan yang akan dihadapi para downhiller.
BACA JUGA: Hasil Final BWF World Tour Finals 2022: Ahsan/Hendra Gagal Juara
Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut (dpl) pada titik start dan 600 meter dpl pada garis finis, salah satu obstacle section yang paling ‘ganas’ adalah rock garden di akhir lintasan, yang menguji adrenalin downhiller baik dari segi stamina maupun pemilihan strategi untuk menaklukkan trek tersebut.
Penonton sempat mengira bahwa Mukhib sudah menyegel gelar juara dan mengulangi kesuksesan menjadi pemenang pada 76 Indonesian Downhill 2019 lalu. Namun, Abdul Hakim yang tampil sebagai rider terakhir membalikan keadaan dan merebut tahta juara dari Khoiful Mukhib dan unggul 0.4 detik dari rekan satu timnya tersebut.
Yang jelas, raihan 40 poin UCI yang dikantongi Abdul Hakim tak lepas dari status Ternadi Bike Park di Kudus yang merupakan lintasan downhill terbaik di Indonesia dan terdaftar sebagai trek kategori C1 Union Cycliste Internationale (UCI). Lintasan yang berada di kaki Gunung Muria ini memiliki panjang trek 2,3 km dan lebar trek 1,5 meter dengan obstacle paling ekstrim baik dari sisi elevasi (ketinggian) maupun segi lintasan yang akan dihadapi para downhiller.
BACA JUGA: Hasil Final BWF World Tour Finals 2022: Ahsan/Hendra Gagal Juara
Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut (dpl) pada titik start dan 600 meter dpl pada garis finis, salah satu obstacle section yang paling ‘ganas’ adalah rock garden di akhir lintasan, yang menguji adrenalin downhiller baik dari segi stamina maupun pemilihan strategi untuk menaklukkan trek tersebut.
Lihat Juga :