Profil Rocky Fielding, Akhir Sedih sang Mantan Raja WBA

Jum'at, 13 Januari 2023 - 14:43 WIB
Dengan tinggi badan dan tangan kanan yang besar, ia menggunakan jangkauannya secara efektif dan sementara ia seringkali nampak seperti bertinju dengan dagu di udara, ia jauh lebih baik dari yang terlihat. Ia tak terkalahkan dalam 21 laga sebelum ia dihantam oleh Smith dalam laga perebutan gelar juara di Liverpool, Inggris, pada tahun 2015, Smith menjatuhkannya tiga kali dalam waktu 165 detik.

Baca Juga: Isaac Cruz dan William Zepeda Tolak Duel Lawan Shakur Stevenson

Dia sempat terjatuh sebelum memenangkan laga comeback-nya melawan Christopher Rebrasse. Namun setelah satu kemenangan lagi, ia akhirnya meraih gelar juara dunia saat ia meraih split decision atas John Ryder pada tahun 2017.

Setahun kemudian, ia terbang ke Offenburg, Jerman, saat ia menampilkan penampilan terbaik dalam kariernya saat ia mendominasi Tyron Zeuge, menghentikannya pada ronde kelima untuk merebut gelar "reguler" WBA. Kemenangan ini mempersiapkan laga melawan Canelo pada bulan Desember 2016, walau itu terbukti berat sebelah, karena ia terkena knockdown empat kali dalam waktu kurang dari tiga ronde.

Ia hanya bertinju dua kali dalam tiga tahun berikutnya dan hampir pindah ke Dubai pada satu titik. Namun, ia kembali ke Barat Laut untuk sebuah kesempatan terakhir untuk meraih kesuksesan sebagai petonju kelas berat ringan, namun ia Dikalahkan Azeez yang terlalu muda dan haus kemenangan.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!