Profil Wu Yibing, Ukir Sejarah Petenis China Pertama Menangkan Gelar ATP

Senin, 13 Februari 2023 - 22:01 WIB
loading...
Profil Wu Yibing, Ukir Sejarah Petenis China Pertama Menangkan Gelar ATP
Wu Yibing mengukir sejarah menjadi petenis pria China pertama yang menjuarai gelar ATP/Foto/Reuters
A A A
DALLAS - Wu Yibing mengukir sejarah menjadi petenis pria China pertama yang menjuarai gelar ATP. Wu merebut gelar Dallas Open usai mengalahkan bintang tuan rumah John Isner 6-7(4) 7-6(3) 7-6(12) pada laga final di Styslinger/Altec Tennis Complex di Dallas, Amerika Serikat (AS), Minggu (12/2/2023) malam waktu lokal atau Senin (13/2/2023) pagi WIB.

Wu yang berusia 23 tahun tentu akan menginspirasi petenis generasi yang akan datang di negara Tirai Bambu itu. Sebelumnya, tidak ada pria China yang pernah mencapai final level ATP Tour di era profesional, bahkan mengalahkan lawan di peringkat 10 besar.



Wu, yang lahir 14 Oktober 1999 di kota timur Hangzhou, melakukan keduanya. Selain juara ATP Tour 250 dia mengalahkan petenis Amerika peringkat delapan dunia Taylor Fritz pada semifinal di Dallas Open 2023.

"Saya membuat sejarah di sini untuk negara saya dan tanah kelahiran saya," kata Wu pada upacara penyerahan piala seperti dilansir Reuters.



“Saya sangat bangga pada diri saya sendiri dan terutama terima kasih kepada semua penggemar dan tim saya yang datang ke sini untuk mendukung. Aku tidak bisa melakukan ini tanpa kalian semua."

Melawan Isner, seorang petenis profesional tangguh dengan 16 gelar dan salah satu servis yang paling ditakuti dalam permainan tenis, Wu layak mendapatkan haknya untuk menciptakan sejarah.

Isner menghasilkan 44 ace dan menahan match point saat Wu melakukan servis untuk bertahan di set kedua dengan kedudukan 6-5.

Setelah 22 poin berturut-turut diraih dengan servis di tiebreak terakhir, Wu memaksa Isner mendorong bola keluar, sekalaigus menunaskan pertandingan kurang ari tiga jam di turnamen berhadiah total USD822.175 (Rp12,5 miliar) itu.

"Saya tidak tahu berapa match point yang saya dapatkan, saya yakin banyak," kata Isner. "Saya pikir saya memenangkan pertandingan beberapa kali. Olahraga bisa menjadi brutal."

"Dia adalah penyerang bola yang luar biasa dan bakat yang sangat bagus," Isner memuji Wu.

Pada Senin (13/2/2023) Wu akan menjadi orang China kedua yang menembus peringkat 100 besar dunia. Kemungkinan dia akan naik ke peringkat 58.

Meskipun menjanjikan sebagai petenis junior, namun Wu harus bersabar lantaran dia pernah mengalami serangkaian cedera yang membuatnya kehilangan semua sirkuit tenis pada 2020-2021.

Peringkat di luar 1.000 teratas pada April 2022, Wu lolos ke AS Terbuka dan memenangkan dua pertandingan undian utama, menjadi petenis putra China pertama yang mencapai putaran ketiga Grand Slam sejak 1938.

Prestasi petenis pria China memang sedikit tertinggal dibanding petenis putri di level dunia. Petenis putri China jauh lebih sukses di level elite tenis dunia, dengan Li Na yang sudah pensiun menjadi pemenang tunggal Grand Slam pertama negara itu di Roland Garros pada 2011 dan menambahkan satu lagi gelar di Australian Open pada 2014.

Tetapi generasi baru pemain putra China mulai menancapkan tonggaknya saat ini, termasuk petenis nomor 92 dunia Zhang Zhizhen dan Shang Juncheng yang berusia 18 tahun, yang menjadi petenis China pertama di era profesional yang memenangkan pertandingan undian utama di Australian Open bulan lalu.

(sha)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1290 seconds (0.1#10.140)