Tujuh Mesin Gol Paling Mematikan di La Liga
Kamis, 16 Juli 2020 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Ronaldo Nazario (Ronaldo Kuncung)
![Tujuh Mesin Gol Paling Mematikan di La Liga]()
Layaknya Raúl, Ronaldo Nazário juga dua kali memenangi gelar Pichichi dalam karirnya, dan ia memenanginya dengan dua klub berbeda. Di musim 1996/97, ia menjadi top skorer liga dengan Barcelona dengan catatan 34 gol, lalu ia kembali memenanginya di musim 2003/04 bersama Real Madrid dengan 25 gol. Itu adalah musim terbaiknya bersama Los Blancos.
Samuel Eto’o
![Tujuh Mesin Gol Paling Mematikan di La Liga]()
Ketika Samuel Eto’o bergabung dengan Barcelona dari RCD Mallorca di musim panas tahun 2004, ia mencetak 24 gol di musim perdananya dan kalah dari Diego Forlán untuk menjadi top skorer. Di musim berikutnya, Eto’o mencetak 26 gol untuk memastikan dirinya menjadi top skorer LaLiga. Gol-golnya membantu Barcelona memenangi gelar LaLiga di kedua musim tersebut.
Ruud van Nistelrooy
![Tujuh Mesin Gol Paling Mematikan di La Liga]()
Ruud van Nistelrooy datang ke Real Madrid dari Manchester United pada tahun 2006 sebagai top skorer Premier League. Lalu, penyerang Belanda ini mencetak 25 gol di musim debutnya untuk menjadi top skorer LaLiga. (Baca Juga: Suarez Sebut Barcelona Sudah Kalah dari Real Madrid )
Diego Forlan
![Tujuh Mesin Gol Paling Mematikan di La Liga]()
Diego Forlan dua kali memenangi penghargaan Pichichi, satu kali bersama Villarreal, lalu satu kali bersama Atlético de Madrid. Di musim pertamanya di LaLiga, Forlán mencetak 25 gol bagi Villarreal di musim 2005/06 untuk mengalahkan Eto’o dalam penghargaan ini, dan mencetak lima gol dalam dua pekan terakhir. Setelah pindah ke Atlético, Forlán memenangi penghargaan ini di musim 2008/09 dengan 32 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari 30 gol setelah Ronaldo di musim 1996/97.

Layaknya Raúl, Ronaldo Nazário juga dua kali memenangi gelar Pichichi dalam karirnya, dan ia memenanginya dengan dua klub berbeda. Di musim 1996/97, ia menjadi top skorer liga dengan Barcelona dengan catatan 34 gol, lalu ia kembali memenanginya di musim 2003/04 bersama Real Madrid dengan 25 gol. Itu adalah musim terbaiknya bersama Los Blancos.
Samuel Eto’o

Ketika Samuel Eto’o bergabung dengan Barcelona dari RCD Mallorca di musim panas tahun 2004, ia mencetak 24 gol di musim perdananya dan kalah dari Diego Forlán untuk menjadi top skorer. Di musim berikutnya, Eto’o mencetak 26 gol untuk memastikan dirinya menjadi top skorer LaLiga. Gol-golnya membantu Barcelona memenangi gelar LaLiga di kedua musim tersebut.
Ruud van Nistelrooy

Ruud van Nistelrooy datang ke Real Madrid dari Manchester United pada tahun 2006 sebagai top skorer Premier League. Lalu, penyerang Belanda ini mencetak 25 gol di musim debutnya untuk menjadi top skorer LaLiga. (Baca Juga: Suarez Sebut Barcelona Sudah Kalah dari Real Madrid )
Diego Forlan

Diego Forlan dua kali memenangi penghargaan Pichichi, satu kali bersama Villarreal, lalu satu kali bersama Atlético de Madrid. Di musim pertamanya di LaLiga, Forlán mencetak 25 gol bagi Villarreal di musim 2005/06 untuk mengalahkan Eto’o dalam penghargaan ini, dan mencetak lima gol dalam dua pekan terakhir. Setelah pindah ke Atlético, Forlán memenangi penghargaan ini di musim 2008/09 dengan 32 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain pertama yang mencetak lebih dari 30 gol setelah Ronaldo di musim 1996/97.
(bbk)
Lihat Juga :