David Djaja, Talenta Muda yang Siap Kejutkan Dunia Balap Tanah Air
Rabu, 01 Maret 2023 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
“Jika dibandingkan City Hatchback, Honda Jazz itu tenaganya sangat kurang. Jadi untuk mengejar ketertinggalan mau enggak mau harus belok maksimal meskipun power-nya kurang. Hal tersebut menguji dan membangun skill saya,” jelas David.
Sejalan dengan prestasinya di dunia balap, David ingin pula mengejar prestasi akademis. Dia berencana untuk kuliah di Australia.
Namun, itu tidak akan menyurutkan semangatnya untuk tetap berkiprah dan berprestasi di dunia balap Tanah Air.
Meski kondisi saat ini, David terhambat karena kondisi yang mewajibkannya bersama dengan tim harus membangun Honda City Hatchback.
“Tahun ini saya enggak turun di kelas ITCR 1.500, kendalanya karena harus ‘bangun’ City Hatchback yang memakan biaya. Cost operasionalnya juga tentunya enggak sedikit,” kata David.
David menegaskan dana yang dimilikinya saat ini dialihkan untuk biaya kuliahnya terlebih dahulu. “Dananya saat ini dialihkan dulu untuk biaya kuliah saya,” bebernya.
Dia juga menerangkan tak menutup kemungkinan baginya untuk menggaet sponsor dan juga bergabung bersama tim balap pabrikan alias factory driver ataupun team non-pabrikan.
“Untuk musim balap tahun ini, saya melihat peluang dahulu. Karena kalau pakai Jazz-kan sudah enggak mungkin. Lagi coba cari sponsor, untuk balap Estilo,” tambah David.
Baca Juga: Antusiasme Andrea Locatelli Balapan WSBK di Mandalika
“Walaupun enggak kejurnas, kalau bisa skill yang sudah ada tetap kita keep. Harapan saya ya tentu bisa menjadi pembalap factory driver atau pembalap team non-pabrikan dan enggak menutup kemungkinan untuk menggaet sponsor dan bergabung dengan tim kami,” pungkas David.
Sejalan dengan prestasinya di dunia balap, David ingin pula mengejar prestasi akademis. Dia berencana untuk kuliah di Australia.
Namun, itu tidak akan menyurutkan semangatnya untuk tetap berkiprah dan berprestasi di dunia balap Tanah Air.
Meski kondisi saat ini, David terhambat karena kondisi yang mewajibkannya bersama dengan tim harus membangun Honda City Hatchback.
“Tahun ini saya enggak turun di kelas ITCR 1.500, kendalanya karena harus ‘bangun’ City Hatchback yang memakan biaya. Cost operasionalnya juga tentunya enggak sedikit,” kata David.
David menegaskan dana yang dimilikinya saat ini dialihkan untuk biaya kuliahnya terlebih dahulu. “Dananya saat ini dialihkan dulu untuk biaya kuliah saya,” bebernya.
Dia juga menerangkan tak menutup kemungkinan baginya untuk menggaet sponsor dan juga bergabung bersama tim balap pabrikan alias factory driver ataupun team non-pabrikan.
“Untuk musim balap tahun ini, saya melihat peluang dahulu. Karena kalau pakai Jazz-kan sudah enggak mungkin. Lagi coba cari sponsor, untuk balap Estilo,” tambah David.
Baca Juga: Antusiasme Andrea Locatelli Balapan WSBK di Mandalika
“Walaupun enggak kejurnas, kalau bisa skill yang sudah ada tetap kita keep. Harapan saya ya tentu bisa menjadi pembalap factory driver atau pembalap team non-pabrikan dan enggak menutup kemungkinan untuk menggaet sponsor dan bergabung dengan tim kami,” pungkas David.
(mirz)
Lihat Juga :