10 Tahun Dualisme Tenis Meja Bikin Minim Prestasi, Menpora Dito Turun Tangan
Kamis, 20 April 2023 - 14:34 WIB
loading...
Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo mengungkap misinya untuk mengatasi sejumlah permasalahan di dunia olahraga Tanah Air. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
A
A
A
JAKARTA - Masalah dualisme yang terjadi dalam kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) kini mulai menemui titik terang. Sebab, Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Dito Ariotedjo mengatakan bahwa kedua belah pihak yang berselisih kini telah mencapai kesepakatan untuk islah.
Seperti diketahui, PTMSI terpecah menjadi dua kubu selama kurang lebih 10 tahun terakhir. Adapun pihak yang terbagi dua adalah federasi yang dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Besar PTMSI, Peter Layardi Lay, dengan federasi yang ditukangi oleh Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno.
Baca Juga: Menpora Tegaskan Tidak Ada Atlet SEA Games 2023 yang Berangkat Jalur Mandiri
Bahkan, sebelumnya PTMSI sempat terpecah menjadi tiga kepengurusan dengan adanya tambahan kepenguruan yang dipimpin Lukman Eddy. Sebagai imbasnya, cabang olahraga tenis meja di Tanah Air tak berkembang dan bisa dibilang mati suri otomatis minim prestasi dalam satu dekade terakhir.
Sebagai imbasnya, tenis meja tak dipertandingkan dalam turnamen-turnamen multievent seperti PON XX Papua 2021. Lalu, para atlet tenis meja juga tak dikirim untuk mengikuti ajang SEA Games 2019 Filipina dan bahkan mereka kembali tak diutus dalam dua edisi selanjutnya di Vietnam 2021 dan Kamboja 2023.
Namun, akhirnya sekarang permasalahan tersebut mulai menemui titik terang. Oegroseno dan Peter telah bersepakat dengan Menpora Dito untuk menyelesaikan konflik dualisme itu saat ketiganya bertemu di Kediaman Menpora, di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (19/4/2023).
"Alhamdulillah telah terjadi kesepakatan antara Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan Peter Layardi Lay untuk menyerahkan sepenuhnya ke Menpora untuk penyelesaian permasalahan dan persatuan tenis meja,” kata Dito dikutip dari laman resmi Kemenpora, Kamis (20/4/2023).
Seperti diketahui, PTMSI terpecah menjadi dua kubu selama kurang lebih 10 tahun terakhir. Adapun pihak yang terbagi dua adalah federasi yang dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Besar PTMSI, Peter Layardi Lay, dengan federasi yang ditukangi oleh Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno.
Baca Juga: Menpora Tegaskan Tidak Ada Atlet SEA Games 2023 yang Berangkat Jalur Mandiri
Bahkan, sebelumnya PTMSI sempat terpecah menjadi tiga kepengurusan dengan adanya tambahan kepenguruan yang dipimpin Lukman Eddy. Sebagai imbasnya, cabang olahraga tenis meja di Tanah Air tak berkembang dan bisa dibilang mati suri otomatis minim prestasi dalam satu dekade terakhir.
Sebagai imbasnya, tenis meja tak dipertandingkan dalam turnamen-turnamen multievent seperti PON XX Papua 2021. Lalu, para atlet tenis meja juga tak dikirim untuk mengikuti ajang SEA Games 2019 Filipina dan bahkan mereka kembali tak diutus dalam dua edisi selanjutnya di Vietnam 2021 dan Kamboja 2023.
Namun, akhirnya sekarang permasalahan tersebut mulai menemui titik terang. Oegroseno dan Peter telah bersepakat dengan Menpora Dito untuk menyelesaikan konflik dualisme itu saat ketiganya bertemu di Kediaman Menpora, di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (19/4/2023).
"Alhamdulillah telah terjadi kesepakatan antara Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan Peter Layardi Lay untuk menyerahkan sepenuhnya ke Menpora untuk penyelesaian permasalahan dan persatuan tenis meja,” kata Dito dikutip dari laman resmi Kemenpora, Kamis (20/4/2023).
Lihat Juga :