Joe Cordina Jatuhkan Shavkat Rakhimov, Rebut Sabuk Juara IBF
Minggu, 23 April 2023 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah serangan ke arah tubuh mengenai sang pemegang gelar sebelum sebuah kombinasi yang menyarangkan pukulan straight kiri menjatuhkan Rakhimov pada menit terakhir ronde kedua. Rakhimov kembali menyerang saat ia kembali berdiri, namun ia terjatuh di awal ronde pertama di hadapan para pendukungnya. Joe Cordina menggunakan kemampuannya yang superior pada ronde ketiga.
Rakhimov berusaha dengan sia-sia untuk melakukan pertarungan bawah. Ia secara konsisten dipukul mundur oleh Cordina yang menggunakan kemampuan jarak dekat untuk menghindari serangan kuat. Rakhimov berusaha menyerang pada sepuluh detik terakhir, namun ia terkena sebuah hook kiri.
Rakhimov menolak untuk menyerah. Momen terbaiknya dalam laga ini terjadi hanya dengan satu menit tersisa pada ronde kelima, saat sebuah pukulan overhand kanan dari Rakhimov mengenai kepala Cordina. Cordina pun goyah dan terpaksa masuk ke dalam posisi clinch. Naluri bertahannya terbukti efektif, saat Cordina mampu melukai Rakhimov pada detik-detik terakhir.
Waktu berhenti pada menit 1:13 ronde keenam saat kedua petinju mendapat peringatan untuk menghentikan pertarungan melalui perintah istirahat. Hal itu terjadi saat Rakhimov bangkit dan melukai Cordina di bagian tubuhnya. Cordina membiarkan Rakhimov maju dan melayangkan pukulan balasan dengan tinju kiri.
Cordina berulang kali menangkap Rakhimov yang masuk dan mendaratkan pukulan kanan sesuka hatinya. Rakhimov tak dapat bertahan saat matanya hampir membengkak. Para penonton merasakan sebuah penyelesaian sudah dekat dan menjadi sangat bersemangat saat Cordina mendesak lawannya yang tak terkalahkan itu ke tali ring.
Rakhimov bangkit pada akhir ronde kesembilan. Cordina mendapat peringatan ringan karena memukul saat jeda, Rakhimov mendaratkan serangan ke arah tubuh dan juga menyambungkan sebuah kombinasi ke arah atas. Namun, kelelahan dan keausan menjadi faktor yang mempengaruhi, saat pelatih Hall of Fame, Freddie Roach, bertanya kepada anak asuhnya di sela-sela ronde apakah ia dapat melanjutkan pertandingan.
Rakhimov berusaha dengan sia-sia untuk melakukan pertarungan bawah. Ia secara konsisten dipukul mundur oleh Cordina yang menggunakan kemampuan jarak dekat untuk menghindari serangan kuat. Rakhimov berusaha menyerang pada sepuluh detik terakhir, namun ia terkena sebuah hook kiri.
Rakhimov menolak untuk menyerah. Momen terbaiknya dalam laga ini terjadi hanya dengan satu menit tersisa pada ronde kelima, saat sebuah pukulan overhand kanan dari Rakhimov mengenai kepala Cordina. Cordina pun goyah dan terpaksa masuk ke dalam posisi clinch. Naluri bertahannya terbukti efektif, saat Cordina mampu melukai Rakhimov pada detik-detik terakhir.
Waktu berhenti pada menit 1:13 ronde keenam saat kedua petinju mendapat peringatan untuk menghentikan pertarungan melalui perintah istirahat. Hal itu terjadi saat Rakhimov bangkit dan melukai Cordina di bagian tubuhnya. Cordina membiarkan Rakhimov maju dan melayangkan pukulan balasan dengan tinju kiri.
Cordina berulang kali menangkap Rakhimov yang masuk dan mendaratkan pukulan kanan sesuka hatinya. Rakhimov tak dapat bertahan saat matanya hampir membengkak. Para penonton merasakan sebuah penyelesaian sudah dekat dan menjadi sangat bersemangat saat Cordina mendesak lawannya yang tak terkalahkan itu ke tali ring.
Rakhimov bangkit pada akhir ronde kesembilan. Cordina mendapat peringatan ringan karena memukul saat jeda, Rakhimov mendaratkan serangan ke arah tubuh dan juga menyambungkan sebuah kombinasi ke arah atas. Namun, kelelahan dan keausan menjadi faktor yang mempengaruhi, saat pelatih Hall of Fame, Freddie Roach, bertanya kepada anak asuhnya di sela-sela ronde apakah ia dapat melanjutkan pertandingan.
Lihat Juga :