Casey Stoner: Honda dan Yamaha Dirugikan Aturan Aerodinamika di MotoGP
Minggu, 16 Juli 2023 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Yamaha berada tepat di bawah Honda pada klasemen konstruktor yakni duduk di posisi buncit dengan raihan 82 poin. El Diablo -julukan Quartararo- menjadi pembalap mereka yang paling mentereng dengan duduk di posisi sembilan klasemen dengan membukukan 64 poin. Gagalnya pengembangan motor yang dilakukan kedua tim tersebut dianggap menjadi penyebab buruknya performa mereka di MotoGP.
Akan tetapi, Stoner memiliki pandangan yang berbeda. Bintang asal Australia itu menilai Honda dan Yamaha dirugikan dengan adanya penerapan penggunaan aerodinamika di MotoGP yang menurutnya lebih menguntungkan pabrikan-pabrikan Eropa yakni Ducati, KTM dan Aprilia.
Baca Juga: Pecco Bagnaia Gagal Bersinar di MotoGP Argentina, Manajer Ducati: Dia Merasa Tertekan!
"Saya tidak berpikir Honda dan Yamaha harus disalahkan atas situasi saat ini. Sebaliknya, saya pikir peraturan telah diubah untuk membantu pabrikan Eropa dengan aerodinamika mereka,” kata Stoner dilansir dari Speedweek, Minggu (16/7/2023).
"Beberapa tahun yang lalu sebenarnya diputuskan untuk melarang semua alat bantu aerodinamis, tetapi kemudian rencana ini tiba-tiba dibatalkan lagi. Itu sebabnya Suzuki meninggalkan MotoGP dan saya khawatir Honda dan Yamaha juga akan pergi karena apa yang kami miliki sekarang bukanlah komitmen mereka. MotoGP sekarang berubah menjadi mobil Formula 1 dengan dua roda,” tambahnya.
Akan tetapi, Stoner memiliki pandangan yang berbeda. Bintang asal Australia itu menilai Honda dan Yamaha dirugikan dengan adanya penerapan penggunaan aerodinamika di MotoGP yang menurutnya lebih menguntungkan pabrikan-pabrikan Eropa yakni Ducati, KTM dan Aprilia.
Baca Juga: Pecco Bagnaia Gagal Bersinar di MotoGP Argentina, Manajer Ducati: Dia Merasa Tertekan!
"Saya tidak berpikir Honda dan Yamaha harus disalahkan atas situasi saat ini. Sebaliknya, saya pikir peraturan telah diubah untuk membantu pabrikan Eropa dengan aerodinamika mereka,” kata Stoner dilansir dari Speedweek, Minggu (16/7/2023).
"Beberapa tahun yang lalu sebenarnya diputuskan untuk melarang semua alat bantu aerodinamis, tetapi kemudian rencana ini tiba-tiba dibatalkan lagi. Itu sebabnya Suzuki meninggalkan MotoGP dan saya khawatir Honda dan Yamaha juga akan pergi karena apa yang kami miliki sekarang bukanlah komitmen mereka. MotoGP sekarang berubah menjadi mobil Formula 1 dengan dua roda,” tambahnya.
Lihat Juga :