Luka Bernama Liga Europa
Rabu, 29 Juli 2020 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
Otoritas sepak bola tertinggi Eropa itu menganggap Rossoneri melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). UEFA menyebut Milan sudah melanggar aturan-aturan FFP sejak 2017. Saat itu, banding Rossoneri dikabulkan, tapi tetap dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 2019.
Imbasnya, posisi mereka digantikan Torino yang menempati urutan ketujuh. "AC Milan tidak termasuk sebagai peserta Liga Europa musim 2019/2020. Keputusan ini diambil sebagai konsekuensi pelanggaran FFP yang mereka lakukan," tulis UEFA, dalam sebuah keterangan resmi saat itu. (Baca: Akhir Persaingan Kompetisi Domestik di Benua Eropa)
Luka lama ini mungkin bisa menjadi motivasi Milan dalam membangun ambisi mereka kembali ke Eropa. Kesempatan terbuka lebar melihat bagaimana penampilan Milan sejauh ini. Sembilan pertandingan terakhir mereka menjadi pengumpul poin terbanyak dibandingkan kontestan lain, termasuk Juventus.
Sejak restart Seri A , mereka juga seperti menjadi pembunuh raksasa dan membuat peta persaingan Seri A sempat terganggu. Sukses mengalahkan Inter, Juventus, Lazio, dan bermain imbang melawan Atalanta. Hasil yang membuat Pelatih Milan Stefano Pioli mendapatkan perpanjangan kontrak.
“Dia adalah pelatih yang sangat penting bagi saya dan rekan satu tim. Dia ingin mendengarkan bagaimana kami berpikir, bahkan di atas lapangan. Ketika kami menganalisis video, dia ingin tahu apa yang kami pikirkan,” kata gelandang Milan Hakan Calhanoglu, dikutip football-italia. (Baca juga: Taliban Umumkan Gencatan Senjata saat Idul Adha di Afghanistan)
Pioli, menurut pemain asal Turki itu, melakukan pekerjaan yang apik, bahkan dalam periode sulit dan penuh tekanan. Pria berusia 54 tahun itu melatih dengan baik sehingga menjadi sebuah tim. “Beberapa bulan belakangan, kami adalah Milan yang asli. Kami selalu ingin menang. Kami memiliki mental yang hebat dan banyak gairah,” ujarnya.
Imbasnya, posisi mereka digantikan Torino yang menempati urutan ketujuh. "AC Milan tidak termasuk sebagai peserta Liga Europa musim 2019/2020. Keputusan ini diambil sebagai konsekuensi pelanggaran FFP yang mereka lakukan," tulis UEFA, dalam sebuah keterangan resmi saat itu. (Baca: Akhir Persaingan Kompetisi Domestik di Benua Eropa)
Luka lama ini mungkin bisa menjadi motivasi Milan dalam membangun ambisi mereka kembali ke Eropa. Kesempatan terbuka lebar melihat bagaimana penampilan Milan sejauh ini. Sembilan pertandingan terakhir mereka menjadi pengumpul poin terbanyak dibandingkan kontestan lain, termasuk Juventus.
Sejak restart Seri A , mereka juga seperti menjadi pembunuh raksasa dan membuat peta persaingan Seri A sempat terganggu. Sukses mengalahkan Inter, Juventus, Lazio, dan bermain imbang melawan Atalanta. Hasil yang membuat Pelatih Milan Stefano Pioli mendapatkan perpanjangan kontrak.
“Dia adalah pelatih yang sangat penting bagi saya dan rekan satu tim. Dia ingin mendengarkan bagaimana kami berpikir, bahkan di atas lapangan. Ketika kami menganalisis video, dia ingin tahu apa yang kami pikirkan,” kata gelandang Milan Hakan Calhanoglu, dikutip football-italia. (Baca juga: Taliban Umumkan Gencatan Senjata saat Idul Adha di Afghanistan)
Pioli, menurut pemain asal Turki itu, melakukan pekerjaan yang apik, bahkan dalam periode sulit dan penuh tekanan. Pria berusia 54 tahun itu melatih dengan baik sehingga menjadi sebuah tim. “Beberapa bulan belakangan, kami adalah Milan yang asli. Kami selalu ingin menang. Kami memiliki mental yang hebat dan banyak gairah,” ujarnya.
Lihat Juga :