Jalan Memutar Arsenal Menuju Liga Europa
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 11:36 WIB
loading...
Final Piala FA nanti malam menjadi peluang Arsenal untuk bisa menjaga asa berlaga di LIga Europa. Foto: dok/Reuters
A
A
A
LONDON - Kombinasi 11 trofi Piala FA sejak pergantian abad menjadi kebanggaan Arsenal dan Chelsea saat kembali dipertemukan di final nanti malam. Tongkat estafet kejayaan klub London yang berlangsung di Wembley Stadium tersebut sekaligus menjadi ujian kualitas racikan Mikel Arteta versus Frank Lampard.
Terhitung sejak 2001, dominasi Arsenal dan Chelsea di Piala FA memang begitu luar biasa. The Gunners meraihnya enam kali (2001/2002, 2002/2003, 2004/2005, 2013/2014, 2014/2015, 2016/2017). Sementara Chelsea lima kali (2006/2007, 2008/2009, 2009/2010, 2011/2012, 2017/2018). Hegemoni keduanya hanya mengalami gangguan sedikit dari Manchester United (2003/2004, 2015/2016) dan Manchester City (2010/2011, 2018/2019).
Dalam kurun waktu tersebut kedua tim dua kali bersua di final, yakni pada musim 2001/2002 dan 2016/2017. Uniknya, baik Arteta maupun Lampard juga turut andil menjuarainya ketika aktif bermain di klub masing-masing. Arteta menyumbangkan dua trofi untuk Arsenal (2013/2014, 2014/2015) dan Lampard empat trofi untuk Chelsea (2006/2007, 2008/2009, 2009/2010, 2011/2012). (Baca: Fakta Laga Arsenal vs Chelsea: Rekor The Gunners)
Berbagai fakta tersebut jelas membuat final Piala FA kali ini terasa begitu menarik. Terlebih Arteta dan Lampard berpeluang mempersembahkan trofi pertamanya sebagai pelatih. Di bawah komando keduanya, Arsenal dan Chelsea perlahan menunjukkan progres signifikan, terutama sejak kompetisi kembali bergulir awal Juni.
Bersama Arteta, Arsenal meraih tujuh kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk mengalahkan juara Liga Primer Liverpool 2-1 (16/7) dan Manchester City (Man City) 2-0 di semifinal Piala FA (19/7).
Terhitung sejak 2001, dominasi Arsenal dan Chelsea di Piala FA memang begitu luar biasa. The Gunners meraihnya enam kali (2001/2002, 2002/2003, 2004/2005, 2013/2014, 2014/2015, 2016/2017). Sementara Chelsea lima kali (2006/2007, 2008/2009, 2009/2010, 2011/2012, 2017/2018). Hegemoni keduanya hanya mengalami gangguan sedikit dari Manchester United (2003/2004, 2015/2016) dan Manchester City (2010/2011, 2018/2019).
Dalam kurun waktu tersebut kedua tim dua kali bersua di final, yakni pada musim 2001/2002 dan 2016/2017. Uniknya, baik Arteta maupun Lampard juga turut andil menjuarainya ketika aktif bermain di klub masing-masing. Arteta menyumbangkan dua trofi untuk Arsenal (2013/2014, 2014/2015) dan Lampard empat trofi untuk Chelsea (2006/2007, 2008/2009, 2009/2010, 2011/2012). (Baca: Fakta Laga Arsenal vs Chelsea: Rekor The Gunners)
Berbagai fakta tersebut jelas membuat final Piala FA kali ini terasa begitu menarik. Terlebih Arteta dan Lampard berpeluang mempersembahkan trofi pertamanya sebagai pelatih. Di bawah komando keduanya, Arsenal dan Chelsea perlahan menunjukkan progres signifikan, terutama sejak kompetisi kembali bergulir awal Juni.
Bersama Arteta, Arsenal meraih tujuh kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk mengalahkan juara Liga Primer Liverpool 2-1 (16/7) dan Manchester City (Man City) 2-0 di semifinal Piala FA (19/7).
Lihat Juga :