Jalan Memutar Arsenal Menuju Liga Europa
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Kans The Gunners meraih trofi ke-14 atau yang terbanyak sepanjang sejarah Piala FA didukung statistik. Arsenal hanya kalah satu kali dalam 13 pertemuan terakhir di final Piala FA kontra Chelsea. Motivasi kian besar lantaran kemenangan atas Chelsea otomatis bakal meloloskan Pierre-Emerick Aubameyang dkk ke Liga Europa musim depan.
Sebuah peluang emas mengingat Arsenal finis di urutan kedelapan klasemen akhir Liga Primer. Untuk pertama kalinya sejak 1995, mereka finis di luar enam besar Liga Primer. Piala FA bisa menjadi jalur memutar The Gunners bermain di Eropa. (Baca juga: Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan)
Membawa Arsenal juara Piala FA, Arteta yang menggantikan Unai Emery, Desember 2019, menerapkan standar tinggi. Dia menilai pencapaian Arsenal musim ini secara keseluruhan bukanlah sesuatu yang bagus sehingga dibutuhkan peningkatan kinerja dan kualitas skuad bila ingin bersaing musim depan. “Setelah semua yang terjadi, jika kami dapat memenangkan final Piala FA dan lolos ke Eropa, kami dapat mengatakan itu oke. Tapi, itu bukan level untuk klub seperti Arsenal," kata Arteta, dilansir standard.co.uk.
Kemampuan pelatih Spanyol tersebut semakin diuji Shkodran Mustafi, Gabriel Martinelli, Calum Chambers, dan Pablo Mari absen karena cedera. Sementara penjaga gawang Berd Leno kurang fit. Itu artinya, kemungkinan besar posisi Leno akan digantikan Emiliano Martinez dengan dukungan David Luiz, Kieran Tierney, dan Rob Holding.
Di lini depan, Arsenal mengandalkan trio Alexandre Lacazette, Aubameyang, dan Nicolas Pepe. Kehati-hatian Arteta sangat diperlukan mengingat kinerja Chelsea musim ini boleh dibilang jauh lebih baik. Bersama Lampard, The Blues finis di urutan keempat klasemen akhir Liga Primer dengan persentase kemenangan 54,7 sepanjang musim ini. (Baca juga: Satu Desa Dihancurkan, Israel Paksa 200 Warga Palestina Pergi)
Sebuah peluang emas mengingat Arsenal finis di urutan kedelapan klasemen akhir Liga Primer. Untuk pertama kalinya sejak 1995, mereka finis di luar enam besar Liga Primer. Piala FA bisa menjadi jalur memutar The Gunners bermain di Eropa. (Baca juga: Enaknya Haji di Tengah Pandemi, Gratis dan Dilayani Seperti Sultan)
Membawa Arsenal juara Piala FA, Arteta yang menggantikan Unai Emery, Desember 2019, menerapkan standar tinggi. Dia menilai pencapaian Arsenal musim ini secara keseluruhan bukanlah sesuatu yang bagus sehingga dibutuhkan peningkatan kinerja dan kualitas skuad bila ingin bersaing musim depan. “Setelah semua yang terjadi, jika kami dapat memenangkan final Piala FA dan lolos ke Eropa, kami dapat mengatakan itu oke. Tapi, itu bukan level untuk klub seperti Arsenal," kata Arteta, dilansir standard.co.uk.
Kemampuan pelatih Spanyol tersebut semakin diuji Shkodran Mustafi, Gabriel Martinelli, Calum Chambers, dan Pablo Mari absen karena cedera. Sementara penjaga gawang Berd Leno kurang fit. Itu artinya, kemungkinan besar posisi Leno akan digantikan Emiliano Martinez dengan dukungan David Luiz, Kieran Tierney, dan Rob Holding.
Di lini depan, Arsenal mengandalkan trio Alexandre Lacazette, Aubameyang, dan Nicolas Pepe. Kehati-hatian Arteta sangat diperlukan mengingat kinerja Chelsea musim ini boleh dibilang jauh lebih baik. Bersama Lampard, The Blues finis di urutan keempat klasemen akhir Liga Primer dengan persentase kemenangan 54,7 sepanjang musim ini. (Baca juga: Satu Desa Dihancurkan, Israel Paksa 200 Warga Palestina Pergi)
Lihat Juga :