Kisah Kholidin, Penjual Bubur Ayam yang Punya Prestasi Mentereng dari Cabor Para Panahan
Senin, 25 September 2023 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2016, Kholidin banyak mengikuti lomba. Dia bahkan rela meninggalkan keluarganya untuk berlomba di Padang, Yogyakarta, Solo dan Bandung. Menariknya, setiap event yang diikutinya dia selalu keluar sebagai juara.
Baca Juga: Luar Biasa Edgar Xavier! Sumbang Medali Perak buat Indonesia usai Operasi Pinggang
Pada 2017, Kholidin mengalami peristiwa mengerikan. Dia terjatuh dari pohon kelapa setinggi 9 meter. "Awanya tangan kanan hanya di gips dipasang untuk disambung lagi. Dua hari setelah operasi boleh pulang. Ternyata pas seminggu kontrol infeksi dan harus diamputasi," ujarnya.
Meskipun memiliki keterbatasan, Kholidin tak patah semangat. Dia tetap menggeluti olahraga panahan dan ia ingin membuktikan kalau dengan kondisi terbatas, namun bisa tetap mengukir prestasi seperti manusia yang punya kondisi fisik lengkap.
"Setelah 3 minggu pemulihan, Kholidin berusaha untuk ke lapangan karena saya rindu dengan panahan. Saat itu pelatih melihat kondisi saya dan saya disarankan menjadi pelatih karena hanya punya satu tangan."
Kedua kalinya Kholidin ditemani anaknya untuk pasang busur. Dirinya sempat kebingungan dan berdoa kepada Tuhan agar diberi jalan. Dengan yakin tali-tali stiring dililit dengan tali sol sepatu dibantu anaknya dan dicoba pasang anak panah. Kemudian dilepaskan, ternyata bisa memanah dengan cara ini.
Baca Juga: Luar Biasa Edgar Xavier! Sumbang Medali Perak buat Indonesia usai Operasi Pinggang
Pada 2017, Kholidin mengalami peristiwa mengerikan. Dia terjatuh dari pohon kelapa setinggi 9 meter. "Awanya tangan kanan hanya di gips dipasang untuk disambung lagi. Dua hari setelah operasi boleh pulang. Ternyata pas seminggu kontrol infeksi dan harus diamputasi," ujarnya.
Meskipun memiliki keterbatasan, Kholidin tak patah semangat. Dia tetap menggeluti olahraga panahan dan ia ingin membuktikan kalau dengan kondisi terbatas, namun bisa tetap mengukir prestasi seperti manusia yang punya kondisi fisik lengkap.
"Setelah 3 minggu pemulihan, Kholidin berusaha untuk ke lapangan karena saya rindu dengan panahan. Saat itu pelatih melihat kondisi saya dan saya disarankan menjadi pelatih karena hanya punya satu tangan."
Kedua kalinya Kholidin ditemani anaknya untuk pasang busur. Dirinya sempat kebingungan dan berdoa kepada Tuhan agar diberi jalan. Dengan yakin tali-tali stiring dililit dengan tali sol sepatu dibantu anaknya dan dicoba pasang anak panah. Kemudian dilepaskan, ternyata bisa memanah dengan cara ini.
Lihat Juga :