DBON Sudah Menunjukkan Hasil, Indonesia Harus Bekerja Keras Capai Prestasi di Panggung Internasional

Minggu, 08 Oktober 2023 - 22:06 WIB
loading...
DBON Sudah Menunjukkan...
Tandiyo Rahayu menerima penghargaan olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga / Foto: Kemenpora
A A A
JAKARTA - Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dinilai cukup berhasil mendongkrak prestasi Indonesia. Ini berkaca dari hasil kontingen Indonesia di Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Di Asian Games 2022, kontingen Indonesia berhasil merebut tujuh medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Catatan positif yang diraih skuad Merah Putih sebagian besar berasal dari cabang-cabang olahraga unggulan DBON.

Keberhasilan cabang unggulan sesuai dengan DBON yang tercantum dalam Perpres 86/2021 itu saat tampil di Asian Games 2022 tak lepas dari desain yang dibuat. Hal itu sebagaimana disampaikan Profesor Olahraga Prof. Dr. Tandiyo Rahayu M.Pd.

Baca Juga: Jumlah Emas Indonesia Nyaris Samai Prestasi Asian Games 1978, Menpora: Kami Bakal Evaluasi!

"DBON sudah menunjukkan hasil, pembinaan mulai menunjukkan hasilnya, utamanya karena terarah, terdesain, dan memiliki prioritas yang jelas," ungkap Tandiyo Rahayu dalam keterangan persnya, Minggu (8/10/2023).

Karena itu, saat disinggung bahwa ada yang menginginkan DBON diubah dan bahkan tak perlu dijalankan karena protes-protes pihak tertentu, Tandiyo Rahayu melihat itu harus dicegah. "Lho, kenapa ada yang mau DBON diubah dan diganti? DBON ini kan patron yang baik untuk pembinaan olahraga di Indonesia," ungkapnya.

Menurut Tandiyo, setidaknya dalam dua tahun belakangan ini, arah olahraga prestasi di Indonesia sudah tepat. Semuanya, lanjut dia, serba terukur dan terencana.

Baca Juga: Asian Games 2022 Resmi Ditutup, Presiden COC: Mari Sebarkan Kedamaian lewat Ajang Olahraga

Ibarat alat untuk mencapai tujuan, DBON saat ini sudah dianggapnya sebagai peta jalan yang berperan sangat baik dalam mengembangkan dan memaksimalkan potensi olahraga di Indonesia. Perempuan yang juga dekan FIK Universitas Negeri Semarang itu juga menggarisbawahi bahwa penilaian terhadap kesuksesan sebuah desain pembinaan olahraga harus dilakukan dengan bijak, terutama ketika melihat jangka waktu yang panjang yang dimiliki DBON.

"Semuanya serba terukur dan terencana. Dan terlalu naif bila menilai keberhasilan sebuah desain pembinaan hanya dalam tiga tahun. Apalagi, sudah jelas bahwa DBON ini adalah sebuah desain yang jangka waktunya panjang," ungkapnya.

"Kuliah satu semester saja harus 16 kali tatap muka. Dievaluasi melalui midsemester di tatap muka kedelapan. Lha ini baru mulai jalan, kok sudah mau diganti. Mungkin yang mau mengganti tidak paham prinsip pembinaan," imbuhnya, menganalogikan DBON yang membutuhkan waktu untuk menghasilkan prestasi.

Lebih lanjut, Tandiyo Rahayu optimistis Indonesia bisa terus berprestasi, khususnya pada Olimpiade Paris 2024. Dengan sebagian besar cabang olahraga yang berhasil di Asian Games 2022 akan dipertandingkan di Olimpiade Paris, ia meyakini Indonesia masih memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.

Dalam rangka mendukung persiapan tersebut, para pemangku kepentingan di dunia olahraga di Indonesia harus terus bekerja keras untuk mencapai tujuan prestasi yang lebih besar di panggung internasional. Tandiyo menegaskan bahwa dengan kerja keras dan komitmen, Indonesia memiliki potensi untuk tampil lebih baik di Olimpiade Paris daripada di Olimpiade Tokyo. Dalam konteks ini, dukungan dan perhatian terhadap olahraga Indonesia terus menjadi prioritas untuk memastikan prestasi yang lebih gemilang di masa depan
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Aidan Heslop Rajai Red...
Aidan Heslop Rajai Red Bull Cliff Diving 2026 di Broken Beach
Cetak Sejarah, Jakarta...
Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026
Oceanman Bali 2026 Siap...
Oceanman Bali 2026 Siap Digelar: Diikuti 900 Perenang dari 27 Negara
Kisah Casis SIPSS 2025...
Kisah Casis SIPSS 2025 M Rafli Akbar: Paskibraka Asian Games yang Piawai IT
Sinergi Ekosistem Mendukung...
Sinergi Ekosistem Mendukung Talenta Olahraga
Gregoria Mariska Gagal...
Gregoria Mariska Gagal Melangkah ke Semifinal Asian Games 2022
Special Bola
Menteri Keamanan AS...
Bola Dunia
Menteri Keamanan AS Joget Kegirangan Setelah Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Sambut Musim Baru, Persebaya...
Liga Indonesia
Sambut Musim Baru, Persebaya Perketat Pemeriksaan Medis
Kisah Pilu Istri dan...
Bola Dunia
Kisah Pilu Istri dan Anak Pesepakbola Argentina yang Jadi Korban Gempa Dahsyat Venezuela
Rekomendasi
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
2 Kuda Hitam Curi Panggung,...
2 Kuda Hitam Curi Panggung, Piala Dunia 2026 Hadirkan Era Baru?
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved