Conte Ancam Angkat Kaki, Inter Retak karena Tudingan Tikus Tanah
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:28 WIB
loading...
Pelatih Inter Milan Antonio Conte sebelum pertandingan melawan SPAL di Stadion Paolo Mazza, Ferrara, (17/7/2020). Posisi Conte di Inter dikabarkan dalam tekanan karena mengeluarkan kritik keras pada manajemen klub. Foto/Reuters
A
A
A
MILAN - Kritik pedas yang dilontarkan terhadap petinggi Inter Milan seusai menang 2-0 atas Atalanta di pertandingan pamungkas Seri A, Minggu (2/8/2020), membuat berbagai spekulasi mengenai masa depan Antonio Conte mengemuka. Pelatih berusia 51 tahun itu diragukan tetap bertahan di Giuseppe Meazza musim depan.
Conte menganggap klub kurang memberikan dukungan dan perlindungan kepada timnya, baik di dalam maupun luar lapangan. Termasuk saat mendapatkan kritik pedas dari media. Ungkapan ini mengindikasikan ada kekecewaan mendalam yang dialami mantan arsitek Juventus itu.
“Ini merupakan tahun yang sulit di level pribadi, sangat sulit. Saya tidak berpikir para pemain melihat pekerjaan mereka dikenali. Saya tidak berpikir saya melihat pekerjaan saya dikenali dan kami semua menerima sangat sedikit perlindungan dari klub," kata Conte , kepada Sky Sport Italia. (Baca: Jengkel Kurang Dihargai, Conte Semprot Inter Milan)
Selain itu, Conte juga menyinyalir ada “tikus tanah” di ruang ganti dan ruang rapat tim yang terus-menerus membocorkan informasi yang merusak kepada media. Berbagai keluhan seolah mewakili perasaan Conte yang tidak bisa bekerja jika tidak bahagia. Mantan gelandang Italia tersebut tampaknya akan mengambil sikap dan ingin klub memastikan semuanya berjalan dengan baik untuk musim depan atau dia akan pergi.
Inter tentu akan berpikir seribu kali untuk memecat Conte yang notabene pelatih berpengalaman yang memberikan kesuksesan terhadap klub-klub sebelumnya seperti Juventus dan Chelsea. I Nerazzurri juga telah menggaji sang bos senilai 12 juta euro per musim.
Namun, skenario Conte meninggalkan Inter sudah telanjur liar. Sangat masuk akal bahwa Inter dan Conte akan setuju mengakhiri kontrak dengan persetujuan bersama. Menariknya, Conte rupanya terus memantau perkembangan Juve yang pernah ditanganinya (2011—2014).
Dia bahkan dikabarkan menanyakan situasi Maurizio Sarri kepada para kolega dan mantan pemainnya di La Vecchia Signora. Posisi Sarri belum dipastikan aman meski telah mempersembahkan scudetto musim ini. Bila Juve terhenti di babak 16 besar Liga Champions, bisa saja dia dipecat.
Conte menganggap klub kurang memberikan dukungan dan perlindungan kepada timnya, baik di dalam maupun luar lapangan. Termasuk saat mendapatkan kritik pedas dari media. Ungkapan ini mengindikasikan ada kekecewaan mendalam yang dialami mantan arsitek Juventus itu.
“Ini merupakan tahun yang sulit di level pribadi, sangat sulit. Saya tidak berpikir para pemain melihat pekerjaan mereka dikenali. Saya tidak berpikir saya melihat pekerjaan saya dikenali dan kami semua menerima sangat sedikit perlindungan dari klub," kata Conte , kepada Sky Sport Italia. (Baca: Jengkel Kurang Dihargai, Conte Semprot Inter Milan)
Selain itu, Conte juga menyinyalir ada “tikus tanah” di ruang ganti dan ruang rapat tim yang terus-menerus membocorkan informasi yang merusak kepada media. Berbagai keluhan seolah mewakili perasaan Conte yang tidak bisa bekerja jika tidak bahagia. Mantan gelandang Italia tersebut tampaknya akan mengambil sikap dan ingin klub memastikan semuanya berjalan dengan baik untuk musim depan atau dia akan pergi.
Inter tentu akan berpikir seribu kali untuk memecat Conte yang notabene pelatih berpengalaman yang memberikan kesuksesan terhadap klub-klub sebelumnya seperti Juventus dan Chelsea. I Nerazzurri juga telah menggaji sang bos senilai 12 juta euro per musim.
Namun, skenario Conte meninggalkan Inter sudah telanjur liar. Sangat masuk akal bahwa Inter dan Conte akan setuju mengakhiri kontrak dengan persetujuan bersama. Menariknya, Conte rupanya terus memantau perkembangan Juve yang pernah ditanganinya (2011—2014).
Dia bahkan dikabarkan menanyakan situasi Maurizio Sarri kepada para kolega dan mantan pemainnya di La Vecchia Signora. Posisi Sarri belum dipastikan aman meski telah mempersembahkan scudetto musim ini. Bila Juve terhenti di babak 16 besar Liga Champions, bisa saja dia dipecat.
Lihat Juga :