Momentum Sukses di Liga Europa, Solskjaer Harus Membuang Egoisme Pemain
Senin, 10 Agustus 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Dari dua pertemuan, Copenhagen satu kali menang 1-0 (2/11/06) dan satu kali kalah 0-3 (18/10/06) di fase grup Liga Champions. “MU adalah favorit. Ini tentang menjalankan permainan kami sebaik mungkin. Mereka sangat cepat dan pandai melakukan serangan balik sejak (Bruno) Fernandes tiba,” kata Stale Solbakken, pelatih Copenhagen.
Ambisi besar juga dimiliki Inter Milan yang akan menghadapi Bayer Leverkusen di Merkur Spiel-Arena, Dusserdorf. Menemukan kembali stabilitas di bawah Antonio Conte pascafinis di urutan kedua klasemen akhir Seri A dan menyingkirkan Getafe 2-0 di babak 16 besar Liga Europa, (6/8), penyerang Romelu Lukaku menuturkan, I Nerazzurri telah memiliki mentalitas kuat sehingga harus dipertahankan bila ingin menjuarai Liga Europa pada musim ini.
Kepercayaan diri Lukaku mengacu pada statistik di mana Inter belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir. Samir Handanovic dkk juga selalu menang dalam dua pertemuan terakhir melawan Leverkusen. “Banyak hal terjadi di sepak bola, tapi kami sudah memikirkan pertandingan berikutnya. Kami ingin menang dan saya senang dengan hasil melawan Getafe. Tim terus berkembang dan penting bagi kami untuk melanjutkan mentalitas ini, keinginan untuk berkembang setiap hari,” kata Lukaku. (Lihat videonya: Gunung Sinabung Erupsi, Empat Kecamatan Tertutup Abu Vulkanik)
Menyadari Inter yang sedang on fire, Pelatih Leverkusen Peter Bosz mengindikasikan akan berusaha mendongkrak performa timnya. Dia menilai, Leverkusen harus meminimalisasikan kehilangan bola seperti saat mengalahkan Glasgow Rangers 1-0 (6/8) di laga kedua 16 besar (Leverkusen menang agregat 4-1).
“Hal terpenting adalah jangan sampai kehilangan terlalu banyak bola dengan mudah. Itu terjadi terlalu sering saat melawan Rangers. Jika itu terjadi ketika menghadapi tim sekuat Inter, mereka akan menghukum Anda,” ujar Bosz. (Alimansyah)
Ambisi besar juga dimiliki Inter Milan yang akan menghadapi Bayer Leverkusen di Merkur Spiel-Arena, Dusserdorf. Menemukan kembali stabilitas di bawah Antonio Conte pascafinis di urutan kedua klasemen akhir Seri A dan menyingkirkan Getafe 2-0 di babak 16 besar Liga Europa, (6/8), penyerang Romelu Lukaku menuturkan, I Nerazzurri telah memiliki mentalitas kuat sehingga harus dipertahankan bila ingin menjuarai Liga Europa pada musim ini.
Kepercayaan diri Lukaku mengacu pada statistik di mana Inter belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir. Samir Handanovic dkk juga selalu menang dalam dua pertemuan terakhir melawan Leverkusen. “Banyak hal terjadi di sepak bola, tapi kami sudah memikirkan pertandingan berikutnya. Kami ingin menang dan saya senang dengan hasil melawan Getafe. Tim terus berkembang dan penting bagi kami untuk melanjutkan mentalitas ini, keinginan untuk berkembang setiap hari,” kata Lukaku. (Lihat videonya: Gunung Sinabung Erupsi, Empat Kecamatan Tertutup Abu Vulkanik)
Menyadari Inter yang sedang on fire, Pelatih Leverkusen Peter Bosz mengindikasikan akan berusaha mendongkrak performa timnya. Dia menilai, Leverkusen harus meminimalisasikan kehilangan bola seperti saat mengalahkan Glasgow Rangers 1-0 (6/8) di laga kedua 16 besar (Leverkusen menang agregat 4-1).
“Hal terpenting adalah jangan sampai kehilangan terlalu banyak bola dengan mudah. Itu terjadi terlalu sering saat melawan Rangers. Jika itu terjadi ketika menghadapi tim sekuat Inter, mereka akan menghukum Anda,” ujar Bosz. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :