Pecahkan Waktu Tercepat di 7 Benua, Naila Novaranti Raih Rekor Skala Dunia dari MURI

Senin, 10 Agustus 2020 - 22:31 WIB
loading...
Pecahkan Waktu Tercepat...
Menyambut 30 Tahun Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana menganugerahkan penghargaan rekor MURI pada Naila Novaranti atas rekor waktu tercepat di dunia dengan terjun payung di tujuh Benua di dunia
A A A
JAKARTA - Menyambut 30 Tahun Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana menganugerahkan penghargaan rekor MURI pada Naila Novaranti atas rekor waktu tercepat di dunia dengan terjun payung di tujuh Benua di dunia. Penghargaan ini disampaikannya melalui Meeting Zoom yang digelar pada Senin (10/8/2020).

Naila dianggap unik, spektakuler dan langka lantaran menjadi satu-satunya wanita asli Indonesia sebagai pelatih dan atlet terjun payung yang mendunia dan mampu memecahkan rekor paling cepat menaklukan tujuh benua dengan terjun payung. "Untuk Anda Naila Novaranti, ini rekor dunia dan bukan rekor Indonesia, karena sampai saat ini kami belum tahu ada seorang perempuan penerjun payung yang lebih banyak terjun seperti anda asli Indonesia, kami belum tahu. Maka kami berani mengklaim rekor dunia ini adalah milik anda dan sampai nanti jika ada yang membuktikan kalau dia lebih dari anda. Terutama dia adalah seorang penerjun khusus nya seorang perempuan, dia harus terjun di benua yang lebih banyak dari Naila lokasinya," ujar Jaya Suprana dalam sesi penyerahan penghargaan melalui meeting Zoom.

Rekor dunia piagam penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI), tambah Jaya, di anugerahkan atas rekor perempuan penerjun yang menyelesaikan tujuh benua dalam rentan waktu tercepat dianugerahkan kepada Naila Novaranti. Sementara Naila Novaranti mengungkapkan bangga atas raihan penghargaan rekor berskala dunia dari MURI. (Baca juga: Goyang Erotis di Gelanggang, Petarung Wanita Ini Dituduh Pornoaksi )

Naila mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh penerjun Indonesia yang selama ini selalu mendukung dan mensupport. "Saya berterima kasih sekali baik moral atau apapun terutama kepada Pen Kopassus yang selalu mengoreksi untuk foto-foto dan video kegiatan saya selama jadi penerjun dan atas dukunganya. Pada intinya untuk semua penerjun Indonesia saya berharap bisa turut memajukan penerjun Indonesia dan membawa nama Indonesia di kancah dunia," ungkap Naila Novaranti.

Naila juga bersyukur dan mengungkapkan penghargaan ataupun penghormatan itu sangat berarti buat dirinya. Artinya, apa yang dilakukannya menjalani training dan untuk penerjun payung lainnya selama ini tidak sia-sia kerja kerasnya meski ada saja kendala dan tantangannya. "Di Indonesia itu kendalanya untuk terjun payung adalah pesawat. Karena para penerjun harus pinjam sana-sani, jadi pesawat untuk terjun itu sangat sulit mencapai target ataupun mencari prestasi. Meski demikian tak menghalangi saya untuk terus mengukir prestasi," pungkas Naila.

Sekadar informasi, Naila menyelesaikan aksi terjun payung di tujuh Benua pada 5 Desember 2019 lalu di Benua paling dingin, Antartika dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di Benua Antartika dari ketinggian 13.500 kaki (4.114 m). Sebelum aksi ini juga pada 16 November 2018 yang lalu, Naila pernah menaklukan ketinggian Gunung Everst, di Nepal. (Baca juga: Run Your Lokal, Lari Virtual Bangkitkan Bisnis Kuliner )

Sebelum menerima rekor MURI ini, Naila Novaranti sebenarnya sudah beberapa kali menerima penghargaan atas pencapain kiprahnya aksi terjun payung di tujuh benua ini dengan waktu tercepat, yakni penghargaan 'Ikon Pancasila', dan meraih predikat "Women of The Year 2019" versi Her WorlD Indonesia.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan 4...
Indonesia Kirimkan 4 Tim di Kejuaraan Dunia Terjun Payung Dubai International Parachuting Championship
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Penerjun Payung Ini...
Penerjun Payung Ini Tergantung di Udara Gara-gara Parasut Tersangkut di Ekor Pesawat
Praka Mar Zaenal Mutaqim...
Praka Mar Zaenal Mutaqim Gugur setelah Terjun Payung Jelang HUT TNI, Ini Penjelasan Kadispenal
Special Bola
Pria Ini Jual Unta demi...
Bola Dunia
Pria Ini Jual Unta demi Saksikan Laga Timnas Argentina vs Yordania di Piala Dunia 2026
Antonio Conte Segera...
Bola Dunia
Antonio Conte Segera Diumumkan Jadi Pelatih Timnas Italia, Ditargetkan Bersinar di Piala Dunia 2030!
Kisah Unik Alexander...
Bola Dunia
Kisah Unik Alexander Isak, Bintang Timnas Swedia yang Pakai Bendera Negara Lain di Sepatu Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved