Prestasi dan Kontroversi si Dengkek Mia Audina Menyihir Bulu Tangkis Dunia
Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun dia sangat konsisten, dia menyesali kenyataan bahwa dia tidak bisa memenangkan gelar juara perorangan bergengsi. Dia dua kali kalah di final Olimpiade - pada tahun 1996 kepada Bang Soo Hyun, dan delapan tahun kemudian (setelah berpindah menjadi warga negara Belanda), kepada Zhang Ning.
Baca Juga: Pelatih Atalanta: Gol Akhir PSG Lebih Menyakitkan Kepindahannya menjadi Warga Negara Belanda menjadi kontroversi Mia Audina di tengah prestasinya yang moncer. Dia mengikuti suaminya Tulio Lobman yang merupakan warga Belanda. Perak Olimpiade 2004, perunggu Kejuaraan Dunia 2003, dua gelar Eropa, dan perak Piala Uber termasuk di antara banyak penghargaan yang dibawanya untuk Belanda.
Di sirkuit Grand Prix Dunia ia memenangkan sejumlah gelar utama, termasuk Jepang Terbuka, Singapura Terbuka, dan Indonesia Terbuka.
Sorotan Karir
Olimpiade: Perak (1996, 2004)
Kejuaraan Dunia: Perunggu (2003)
Piala Uber: Juara (1994, 1996)
Penghargaan Utama Lainnya
Baca Juga: Pelatih Atalanta: Gol Akhir PSG Lebih Menyakitkan Kepindahannya menjadi Warga Negara Belanda menjadi kontroversi Mia Audina di tengah prestasinya yang moncer. Dia mengikuti suaminya Tulio Lobman yang merupakan warga Belanda. Perak Olimpiade 2004, perunggu Kejuaraan Dunia 2003, dua gelar Eropa, dan perak Piala Uber termasuk di antara banyak penghargaan yang dibawanya untuk Belanda.
Di sirkuit Grand Prix Dunia ia memenangkan sejumlah gelar utama, termasuk Jepang Terbuka, Singapura Terbuka, dan Indonesia Terbuka.
Sorotan Karir
Olimpiade: Perak (1996, 2004)
Kejuaraan Dunia: Perunggu (2003)
Piala Uber: Juara (1994, 1996)
Penghargaan Utama Lainnya
Lihat Juga :