Kolong Pintu dan Surat Cinta Ayah untuk Pitha Haningtyas Mentari
Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
"Awalnya Rinov nge-chat, dia nanya ‘lu mau enggak kalau main mix (ganda campuran)’ tapi katanya main di WJC. Ya aku kira bercanda kan, kayak apa nih, tiba-tiba dan langsung main di WJC banget. Sedangkan pada saat itu aku sadar bahwa Rinov salah satu unggulan di ganda campuran, yang mana dia masuk pun sudah punya prestasi di ganda campuran. Jadi ada pressure tersendiri," kenang Tari.
"Waktu itu dia memang ngobrol sama coach Nova (Widianto, pelatih ganda campuran pratama saat itu) dan yang dipilih aku. Aku kurang tahu juga sebenernya, pastinya tuh gimana. Cuma dia sempet bilang bahwa dia diskusi sama coach Nova dan coba aja gitu, dan saya mengiyakan," jelas pemain didikan PB Jaya Raya tersebut.
Namun, siapa yang menyangka duet dadakan tersebut malah membuahkan hasil. Meski hanya ditempatkan unggulan 11, tetapi langkah Rinov/Tari mampu melaju jauh. Bahkan lawan-lawan yang mereka hadapi sejak babak 64 besar tidaklah mudah. Mereka sukses melibas wakil-wakil dari negara sulit seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, China, hingga di final menaklukkan rekan senegara, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
"Sebenarnya enggak nyangka kalau akhirnya jadi juara di WJC itu. Padahal dari delapan besar sampai final, gim pertama aku kalah terus. Aku sama Rinov cuma udah nekat aja, dan kalau kita ngomong udah nekat aja, terserah aja dia mau mukul gimana yang penting kita poin. Omongan sama Rinov harus juara sih kayaknya enggak ada, tapi aku juga punya kemauan aku sendiri," kata Tari.
Tetapi, dengan juara WJC 2017 ini, Tari akhirnya menemukan titik balik untuk semakin serius menekuni bulu tangkis. Meski awalnya ia sedikit labil dengan pilihannya di dunia tepok bulu, kini Tari sudah bisa memantapkan hati untuk berjuang dengan bulu tangkis.
"WJC adalah salah satu titik balik di karier aku juga karena pada tahun itu Ayahku udah nanyain kan gimana mau sambil kuliah enggak gitu? Aku bilang kalau tahun ini enggak ada hasilnya, yaudah disambi kuliah aja. Tapi kalau misalnya memang ada hasilnya kita lihat lagi nanti gimana. Eh ya dikasih rezeki juara," ujar Tari.
"Tapi kalau pun nanti kuliah rasanya aku belum punya kapasitas kayak yang lainnya gitu yang bisa nyambi kuliah. Karena aku juga pengennya kalo aku kuliah ya betul-betul serius karena kalau setengah-setengah juga, kemarin apa ya pelajarannya enggak ngerti juga gitu kan, kayaknya percuma. Ya bukan percuma tapi untuk aku pribadi, aku lebih lebih senang kalau jalaninya betul-betul 100 persen," imbuhnya.
"Waktu itu dia memang ngobrol sama coach Nova (Widianto, pelatih ganda campuran pratama saat itu) dan yang dipilih aku. Aku kurang tahu juga sebenernya, pastinya tuh gimana. Cuma dia sempet bilang bahwa dia diskusi sama coach Nova dan coba aja gitu, dan saya mengiyakan," jelas pemain didikan PB Jaya Raya tersebut.
Namun, siapa yang menyangka duet dadakan tersebut malah membuahkan hasil. Meski hanya ditempatkan unggulan 11, tetapi langkah Rinov/Tari mampu melaju jauh. Bahkan lawan-lawan yang mereka hadapi sejak babak 64 besar tidaklah mudah. Mereka sukses melibas wakil-wakil dari negara sulit seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, China, hingga di final menaklukkan rekan senegara, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
"Sebenarnya enggak nyangka kalau akhirnya jadi juara di WJC itu. Padahal dari delapan besar sampai final, gim pertama aku kalah terus. Aku sama Rinov cuma udah nekat aja, dan kalau kita ngomong udah nekat aja, terserah aja dia mau mukul gimana yang penting kita poin. Omongan sama Rinov harus juara sih kayaknya enggak ada, tapi aku juga punya kemauan aku sendiri," kata Tari.
Tetapi, dengan juara WJC 2017 ini, Tari akhirnya menemukan titik balik untuk semakin serius menekuni bulu tangkis. Meski awalnya ia sedikit labil dengan pilihannya di dunia tepok bulu, kini Tari sudah bisa memantapkan hati untuk berjuang dengan bulu tangkis.
"WJC adalah salah satu titik balik di karier aku juga karena pada tahun itu Ayahku udah nanyain kan gimana mau sambil kuliah enggak gitu? Aku bilang kalau tahun ini enggak ada hasilnya, yaudah disambi kuliah aja. Tapi kalau misalnya memang ada hasilnya kita lihat lagi nanti gimana. Eh ya dikasih rezeki juara," ujar Tari.
"Tapi kalau pun nanti kuliah rasanya aku belum punya kapasitas kayak yang lainnya gitu yang bisa nyambi kuliah. Karena aku juga pengennya kalo aku kuliah ya betul-betul serius karena kalau setengah-setengah juga, kemarin apa ya pelajarannya enggak ngerti juga gitu kan, kayaknya percuma. Ya bukan percuma tapi untuk aku pribadi, aku lebih lebih senang kalau jalaninya betul-betul 100 persen," imbuhnya.
(yov)
Lihat Juga :