Liga Champions, Final Sesuai Harapan
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 14:21 WIB
loading...
Penyerang sayap Bayern Muenchen Serge Gnabry merayakan golnya ke gawang Lyon bersama rekan satu timnya saat pertandingan semifinal di Jose Alvalade Stadium, Lisbon, Kamis (20/8/2020). Foto/Reuters
A
A
A
LISABON - Final ideal pantas disematkan pada partai penentuan Liga Champions musim ini, Senin (24/8/2020). Bayern Muenchen sebagai tim tradisional sarat jam terbang bakal bersua kandidat juara baru yang sangat ambisius, Paris Saint-Germain (PSG).
Kehebatan lini serang menjadi senjata utama kedua kubu. Bayern jelas menjadi unggulan teratas. Koleksi lima gelar (1973/1974, 1974/1975, 1975/1976, 2000/2001, 2012/2013) menegaskan reputasi besar Die Roten di kompetisi elite Benua Biru. Musim ini, perjalanan Manuel Neuer dkk di Liga Champions nyaris tanpa cela.
Mereka belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir, termasuk kemenangan fantastis agregat 7-1 atas Chelsea di babak 16 besar, 8-2 atas Barcelona di babak perempat final, dan menyingkirkan Olympique Lyon 3-0 di babak semifinal di Estadio Jose Alvalade, Lisabon, Portugal, Kamis (20/8).
Gol-gol dari Serge Gnabry (18, 33) dan Robert Lewandowski (88) mengantarkan Bayern ke final Liga Champions untuk ke-11 kali dalam sejarah klub (menyamai rekor AC Milan). Bayern menorehkan rekor tak terkalahkan terpanjang di lima liga teratas Eropa dalam 29 pertandingan (28 menang, sekali imbang), mencetak 97 gol selama periode ini (3,4 per pertandingan). (Baca: Lolos Hukuman, Neymar Jr Bisa Tampil di Final Liga Champions)
Mereka menjadi tim keempat dalam sejarah Liga Champions yang melampaui 40 gol dalam satu musim. Hanya Barcelona pada 1999/2000 yang mencetak lebih banyak dalam satu musim di kompetisi (45) daripada 42 gol Bayern musim ini.
Produktivitas mumpuni telah membawa Bayern berjaya di pentas domestik musim ini. Total, mereka mencetak 100 gol untuk mengklaim gelar Bundesliga ke-30 dan DFB Pokal. Peran Lewandowski jelas sangat besar lewat torehan 55 gol dalam 46 pertandingan terakhir, 15 gol di antaranya dicetak Lewandowski di Liga Champions musim ini. Bomber asal Polandia tersebut menjadi pemain kedua yang mencetak 15 gol atau lebih di satu musim Liga Champions setelah Cristiano Ronaldo (CR7).
Kehebatan lini serang menjadi senjata utama kedua kubu. Bayern jelas menjadi unggulan teratas. Koleksi lima gelar (1973/1974, 1974/1975, 1975/1976, 2000/2001, 2012/2013) menegaskan reputasi besar Die Roten di kompetisi elite Benua Biru. Musim ini, perjalanan Manuel Neuer dkk di Liga Champions nyaris tanpa cela.
Mereka belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir, termasuk kemenangan fantastis agregat 7-1 atas Chelsea di babak 16 besar, 8-2 atas Barcelona di babak perempat final, dan menyingkirkan Olympique Lyon 3-0 di babak semifinal di Estadio Jose Alvalade, Lisabon, Portugal, Kamis (20/8).
Gol-gol dari Serge Gnabry (18, 33) dan Robert Lewandowski (88) mengantarkan Bayern ke final Liga Champions untuk ke-11 kali dalam sejarah klub (menyamai rekor AC Milan). Bayern menorehkan rekor tak terkalahkan terpanjang di lima liga teratas Eropa dalam 29 pertandingan (28 menang, sekali imbang), mencetak 97 gol selama periode ini (3,4 per pertandingan). (Baca: Lolos Hukuman, Neymar Jr Bisa Tampil di Final Liga Champions)
Mereka menjadi tim keempat dalam sejarah Liga Champions yang melampaui 40 gol dalam satu musim. Hanya Barcelona pada 1999/2000 yang mencetak lebih banyak dalam satu musim di kompetisi (45) daripada 42 gol Bayern musim ini.
Produktivitas mumpuni telah membawa Bayern berjaya di pentas domestik musim ini. Total, mereka mencetak 100 gol untuk mengklaim gelar Bundesliga ke-30 dan DFB Pokal. Peran Lewandowski jelas sangat besar lewat torehan 55 gol dalam 46 pertandingan terakhir, 15 gol di antaranya dicetak Lewandowski di Liga Champions musim ini. Bomber asal Polandia tersebut menjadi pemain kedua yang mencetak 15 gol atau lebih di satu musim Liga Champions setelah Cristiano Ronaldo (CR7).
Lihat Juga :