Remehkan Tim, Penyebab Honda dan Yamaha Terpuruk di MotoGP
Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Dengan perginya Suzuki, Honda dan Yamaha menjadi tim pabrikan Jepang yang tersisa, tetapi keduanya benar-benar tak sanggup lagi bersaing di papan atas sejak 2023 lalu. Bahkan, Quartararo, yang duduk di peringkat 15 dengan 44 poin saja dari sembilan seri, menjadi rider terbaik dari tim pabrikan Negeri Sakura musim ini.
Baca Juga: Urus 2 Juara Dunia MotoGP dalam Satu Garasi, Lin Jarvis Peringatkan Ducati
Dall'Igna menilai keterpurukan yang dialami Honda dan Yamaha saat ini bisa jadi disebabkan karena mereka meremehkan para rival ketika masih berjaya. Sejumlah nama besar yang mereka miliki pun semakin membuat terlena sehingga mereka tertinggal dari segi pengembangan motor dan akhirnya kalah bersaing seperti sekarang.
"Ya, mereka mungkin meremehkan lawan dan itu selalu menjadi masalah. Jika ingin mengalahkan lawan, Anda tidak boleh meremehkannya. Dan ketika Anda memiliki pembalap yang sangat kuat, hal ini sering kali menyebabkan Anda tidak melihat lawan Anda berada pada level yang sama, karena Anda berpikir bahwa Andalah yang akan menyelesaikan masalah," kata Dall’Igna dilansir dari Speedweek, Sabtu (20/7/2024).
"Namun bahkan jika Anda memiliki seorang juara, Anda harus terus bekerja karena Anda harus selalu memberikan motor terbaik kepada pembalap Anda. Namun Anda harus mendengarkan semua pengendara Anda untuk meningkatkan level sepeda motor Anda," pungkasnya.
Saat ini, empat pembalap Ducati berada di empat posisi teratas MotoGP 2024. Sang juara bertahan dari Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memimpin dengan keunggulan 10 poin dari jagoan Pramac Ducati, Jorge Martin.
Baca Juga: Urus 2 Juara Dunia MotoGP dalam Satu Garasi, Lin Jarvis Peringatkan Ducati
Dall'Igna menilai keterpurukan yang dialami Honda dan Yamaha saat ini bisa jadi disebabkan karena mereka meremehkan para rival ketika masih berjaya. Sejumlah nama besar yang mereka miliki pun semakin membuat terlena sehingga mereka tertinggal dari segi pengembangan motor dan akhirnya kalah bersaing seperti sekarang.
"Ya, mereka mungkin meremehkan lawan dan itu selalu menjadi masalah. Jika ingin mengalahkan lawan, Anda tidak boleh meremehkannya. Dan ketika Anda memiliki pembalap yang sangat kuat, hal ini sering kali menyebabkan Anda tidak melihat lawan Anda berada pada level yang sama, karena Anda berpikir bahwa Andalah yang akan menyelesaikan masalah," kata Dall’Igna dilansir dari Speedweek, Sabtu (20/7/2024).
"Namun bahkan jika Anda memiliki seorang juara, Anda harus terus bekerja karena Anda harus selalu memberikan motor terbaik kepada pembalap Anda. Namun Anda harus mendengarkan semua pengendara Anda untuk meningkatkan level sepeda motor Anda," pungkasnya.
Saat ini, empat pembalap Ducati berada di empat posisi teratas MotoGP 2024. Sang juara bertahan dari Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memimpin dengan keunggulan 10 poin dari jagoan Pramac Ducati, Jorge Martin.
(yov)
Lihat Juga :