Remehkan Tim, Penyebab Honda dan Yamaha Terpuruk di MotoGP
Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:02 WIB
loading...
General Manager Ducati Corse, Gianluigi Dall’Igna, mengungkapkan apa yang menjadi salah satu penyebab tim pabrikan Jepang terpuruk di MotoGP setelah bertahun-tahun mendominasi / Foto: Motorsport
A
A
A
General Manager Ducati Corse, Gianluigi Dall’Igna, mengungkapkan apa yang menjadi salah satu penyebab tim pabrikan Jepang terpuruk di MotoGP setelah bertahun-tahun mendominasi. Kata dia, mungkin mereka meremehkan para lawan saat masih berjaya sehingga terlena dan akhirnya kalah saing.
Tim pabrikan Jepang telah mendominasi selama berdekade-dekade di kelas utama balapan motor Grand Prix hingga kini berada di era MotoGP. Sejak 1975 hingga 2021 lalu, Honda, Yamaha atau Suzuki saling bergantian menjadi juara dengan pembalap-pembalap hebat yang mereka miliki mulai dari era Kenny Roberts, Mick Doohan, Valentino Rossi, hingga Marc Marquez.
Hanya sekali dominasi mereka terpatahkan dalam periode tersebut, yakni ketika Casey Stoner menjadi juara bersama Ducati pada MotoGP 2007 lalu. Namun, situasinya berubah setelah Monster Energy Yamaha kali terakhir berjaya dengan Fabio Quartararo di musim 2021.
Baca Juga: Ducati Jamin Marc Marquez Tak Bernasib seperti Valentino Rossi
Di musim 2022, performa Yamaha mulai menurun meski Quartararo masih bisa menjadi runner up. Sementara Suzuki, yang sebenarnya masih bisa bersaing malah memutuskan cabut dari MotoGP di akhir musim.
Sedangkan Honda, sudah benar-benar kacau dan semakin terpuruk sejak itu. Di sisi lain, Ducati Lenovo sukses menjadi juara MotoGP 2022 dan 2023 dan terus mendominasi di musim 2024 ini.
Tim pabrikan Jepang telah mendominasi selama berdekade-dekade di kelas utama balapan motor Grand Prix hingga kini berada di era MotoGP. Sejak 1975 hingga 2021 lalu, Honda, Yamaha atau Suzuki saling bergantian menjadi juara dengan pembalap-pembalap hebat yang mereka miliki mulai dari era Kenny Roberts, Mick Doohan, Valentino Rossi, hingga Marc Marquez.
Hanya sekali dominasi mereka terpatahkan dalam periode tersebut, yakni ketika Casey Stoner menjadi juara bersama Ducati pada MotoGP 2007 lalu. Namun, situasinya berubah setelah Monster Energy Yamaha kali terakhir berjaya dengan Fabio Quartararo di musim 2021.
Baca Juga: Ducati Jamin Marc Marquez Tak Bernasib seperti Valentino Rossi
Di musim 2022, performa Yamaha mulai menurun meski Quartararo masih bisa menjadi runner up. Sementara Suzuki, yang sebenarnya masih bisa bersaing malah memutuskan cabut dari MotoGP di akhir musim.
Sedangkan Honda, sudah benar-benar kacau dan semakin terpuruk sejak itu. Di sisi lain, Ducati Lenovo sukses menjadi juara MotoGP 2022 dan 2023 dan terus mendominasi di musim 2024 ini.
Lihat Juga :