Dihajar Petinju Transgender, Angela Carini Menyerah Takut Hidungnya Patah
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gregoria Mariska Akui Merasa Terbebani di Olimpiade Paris 2024
Carini menjelaskan bahwa ini bukan wewenangnya untuk memberikan penilaian apakah Khelif seharusnya dilarang mengikuti Olimpiade atau tidak. Sementara Khelif menuturkan bahwa keberadaannya di pesta olahraga empat tahunan ini adalah untuk membawa pulang medali emas.
"Saya di sini untuk medali emas. Saya akan melawan siapa pun, saya akan melawan mereka semua," jelas Khelif kepada BBC Sport.
Reem Alsalem, pelapor khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, menyatakan kekhawatirannya tentang apa yang telah terjadi. "Angela Carini benar-benar mengikuti nalurinya dan memprioritaskan keselamatan fisiknya, tetapi dia dan atlet perempuan lainnya seharusnya tidak mengalami kekerasan fisik dan psikologis ini berdasarkan jenis kelamin mereka," cuitnya.
Giorgia Meloni, perdana menteri Italia, turut menanggapi dengan mengatakan: "Saya pikir atlet yang memiliki karakteristik genetik laki-laki tidak boleh diterima dalam kompetisi perempuan dari sudut pandang saya, itu bukanlah pertandingan yang seimbang."
Carini menjelaskan bahwa ini bukan wewenangnya untuk memberikan penilaian apakah Khelif seharusnya dilarang mengikuti Olimpiade atau tidak. Sementara Khelif menuturkan bahwa keberadaannya di pesta olahraga empat tahunan ini adalah untuk membawa pulang medali emas.
"Saya di sini untuk medali emas. Saya akan melawan siapa pun, saya akan melawan mereka semua," jelas Khelif kepada BBC Sport.
Reem Alsalem, pelapor khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, menyatakan kekhawatirannya tentang apa yang telah terjadi. "Angela Carini benar-benar mengikuti nalurinya dan memprioritaskan keselamatan fisiknya, tetapi dia dan atlet perempuan lainnya seharusnya tidak mengalami kekerasan fisik dan psikologis ini berdasarkan jenis kelamin mereka," cuitnya.
Giorgia Meloni, perdana menteri Italia, turut menanggapi dengan mengatakan: "Saya pikir atlet yang memiliki karakteristik genetik laki-laki tidak boleh diterima dalam kompetisi perempuan dari sudut pandang saya, itu bukanlah pertandingan yang seimbang."
(yov)
Lihat Juga :