Gelaran Pekan Olahraga Nasional Perlu Lebih Banyak Melibatkan Pemerintah Pusat

Selasa, 01 Oktober 2024 - 20:00 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Pusat harus diberi wewenang lebih utama untuk mensukseskan pergelaran PON. Prof Asmawi melihat penyelenggara PON saat ini kurang melibatkan pemerintah pusat.

“Intinya pemerintah pusat sebagai pengendali dan yang utama karena pemerintah pusat adalah yang memberikan wewenang, tetapi selama ini pemerintah pusat kurang diberi kesempatan untuk menentukan segalanya. Tetap dipersiapkan SDM, fasilitas, transportasi, dan lain sebagainya. Harapannya tetap berjalan dengan lancar,” ucapnya.

PON Harus Ikuti Desain Besar Olahraga Nasional


Prof Asmawi mengatakan seharusnya PON mengikuti Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). PON adalah tahapan awal atlet menuju Olimpiade.

“Ingat, kita memiliki Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang mengacu pada Olympic game. Bahkan, ASEAN Game atau Sea Game adalah sebagai perantara menuju Olympic. Bagaimanapun juga, mengacu pada Olympic,” ujarnya.

Asmawi mengkritik cabang olahraga (Cabor), yang dipertandingkan di PON XXI Aceh-Sumatera Utara, terlalu banyak. Baginya, terlalu banyak olahraga tradisional yang dipertandingkan.

“Maaf nih, olahraga-olahraga yang sifatnya rekreasi dipertandingkan, olahraga tradisional di pertandingan. Tidak fair apabila dikompetisikan. Harusnya disesuaikan dengan Olympic Game, ASEAN, dan juga SEA Game tetap diperhatikan meskipun rujukan utamanya adalah Olympic Game sebagai rujukan DBON,” ujarnya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jawa Timur Raja Wushu...
Jawa Timur Raja Wushu di PON Bela Diri Kudus 2025, Kejutan Sanda dari Daerah Baru
Menyelinap di Tikungan...
Menyelinap di Tikungan Akhir, DKI Jakarta Kunci Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025
PON Bela Diri Sukses...
PON Bela Diri Sukses Dihelat, KONI: Ajang Ini Jadi Agenda 2 Tahunan
PON Beladiri 2025, Atlet...
PON Beladiri 2025, Atlet Taekwondo Garbha Presisi Polri Borong Medali
PON Bela Diri Kudus...
PON Bela Diri Kudus 2025: Aksi Bintang Hollywood Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman Hipnotis Ribuan Penonton
PON Bela Diri 2025,...
PON Bela Diri 2025, Kudus Siap Sambut Atlet dari Seluruh Provinsi
Pramono Usulkan PON...
Pramono Usulkan PON 2028 di Jakarta: Namanya Mau PON NTT-NTB Monggo
Mitigasi Keamanan Sukseskan...
Mitigasi Keamanan Sukseskan PON XXI di Aceh dan Sumut
Layanan Katering Penuhi...
Layanan Katering Penuhi Nutrisi Atlet PON Aceh-Sumut
Special Bola
Striker Timnas Pantai...
Bola Dunia
Striker Timnas Pantai Gading Sempat Ditangkap Jelang Piala Dunia 2026 Terkait Dugaan Pengaturan Pertandingan
Klasemen Sementara Grup...
Bola Dunia
Klasemen Sementara Grup A hingga D Piala Dunia 2026 Jelang Matchday 2: Duo Tuan Rumah Berjaya!
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Meksiko vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Kontestan Pertama 32 Besar?
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Berita Terkini
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
Rahasia Emblem Emas...
Rahasia Emblem Emas Harry Kane di Jersey Piala Dunia 2026
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Roberto Martinez: Tak...
Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
1,2 Juta Suporter Datang,...
1,2 Juta Suporter Datang, NYPD Khawatir Perdagangan Seks Meledak di Piala Dunia 2026
Infografis
5 Alasan Berbasis Sains...
5 Alasan Berbasis Sains Mengapa Perlu Konsumsi Banyak Protein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved