alexametrics

Madrid Harus Kumpulkan 200 Juta Euro untuk Hindari Hukuman

loading...
Madrid Harus Kumpulkan 200 Juta Euro untuk Hindari Hukuman
Real Madrid kabarnya harus menjual banyak pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Foto: Reuters
A+ A-
MADRID - Real Madrid terancam melanggar peraturan Financial Fair Play (FFP). Karena itu Los Blancos harus bisa menghasilkan 200 juta euro dari penjualan pemain untuk menyeimbangkan pembukukan. Ini tentunya bisa menghambat upaya perekrutan amunisi baru.

Menurut laporan Marca, Madrid sudah mengeluarkan hingga 350 juta euro untuk merekrut Eden Hazard, Luka Jovic, Eder Militao, Rodrygo Goes dan Ferland Mendy pada bursa transfer musim panas lalu.

Tim asuhan Zinedine Zidane itu sejatinya telah menjual setidaknya tujuh pemain, termasuk Mateo Kovacic yang dibeli Chelsea seharga 45 juta euro. Tapi, uang yang dikumpulkan sangat sedikit, yakni sekitar 145 juta euro. Artinya ada inflasi hingga 205 juta euro.



Itu sebabnya Madrid harus segara mengumpulkan uang untuk menutupi defisit tersebut. Dengan kata lain, mereka perlu menjual banyak pemain baik itu pada Januari 2020 atau ketika kompetisi musim ini berakhir.

Namun, mengatasi masalah ini itu tidak semudah membalikan tangan. Sebab, hampir mustahil Madrid hanya menjual pemain tanpa memboyong amunsi baru. Nyatanya, saat ini sudah ada dua target yang terus coba diboyong yakni Kyilian Mbappe (PSG) dan Paul Pogba (MU).

Untuk mendapatkan jasa Mbappe, Madrid harus menyiapkan hingga 200 juta euro. Bila memaksa dibeli, inflasinya tentu bakal semakin besar. Sedangkan harga pasar Pogba mencapai 100 juta euro. Persoalan lainnya, tidak banyak pemain yang bisa dijadikan alat untuk mengumpulkan uang.

Madrid memang punya Gareth Bale dan James Rodriguez yang bisa dikorbankan. Tapi, kabarnya, mereka berdua akan dijadikan alat barter untuk memboyonng Pogba ke Santiago Bernabeu. Itu berarti, solusi lainnya adalah turut menjual Mariano Diaz dan Brahim Diaz.
(mir)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak