Kemenpora Tutup Pesta Prestasi 2024, Gaungkan Perang Lawan Judi Online
Minggu, 15 Desember 2024 - 11:40 WIB
loading...
Kemenpora Tutup Pesta Prestasi 2024, Gaungkan Perang Lawan Judi Online. Foto: IST
A
A
A
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( Kemenpora RI ) bersama Perwakilan Organisasi Mahasiswa, Kepelajaran dan Kepemudaan mendeklarasikan perang melawan Judi Online dalam penutupan Pesta Prestasi Volume X tahun 2024 di Plaza Kemenpora Jumat (13/12/2024).
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Asrorun Ni’am Sholeh, mengungkapkan bahwa judi online (judol) menjadi ancaman besar bagi generasi muda.
“Ada sekitar 960 ribu pemuda Indonesia yang telah terpapar dampak buruk judol. Jika dibiarkan, ini akan merusak moral, masa depan generasi bangsa, dan menghambat cita-cita Indonesia Emas 2045” papara Ni’am.
Deputi Ni’am menegaskan pentingnya tiga langkah utama untuk mengatasi adiksi terhadap judol, yaitu literasi digital, edukasi, dan pengembangan kreativitas serta inovasi. Selain itu, pendekatan rehabilitatif melalui organisasi kepemudaan dinilai efektif untuk memulihkan para pemuda yang telah terjebak.
“Pemuda perlu dikenalkan pada manfaat dunia digital, seperti kewirausahaan dan pendidikan berbasis teknologi. Edukasi, kreativitas, dan inovasi menjadi kunci agar pemuda dapat melihat sisi positif teknologi,” tambahnya.
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Asrorun Ni’am Sholeh, mengungkapkan bahwa judi online (judol) menjadi ancaman besar bagi generasi muda.
“Ada sekitar 960 ribu pemuda Indonesia yang telah terpapar dampak buruk judol. Jika dibiarkan, ini akan merusak moral, masa depan generasi bangsa, dan menghambat cita-cita Indonesia Emas 2045” papara Ni’am.
Deputi Ni’am menegaskan pentingnya tiga langkah utama untuk mengatasi adiksi terhadap judol, yaitu literasi digital, edukasi, dan pengembangan kreativitas serta inovasi. Selain itu, pendekatan rehabilitatif melalui organisasi kepemudaan dinilai efektif untuk memulihkan para pemuda yang telah terjebak.
“Pemuda perlu dikenalkan pada manfaat dunia digital, seperti kewirausahaan dan pendidikan berbasis teknologi. Edukasi, kreativitas, dan inovasi menjadi kunci agar pemuda dapat melihat sisi positif teknologi,” tambahnya.
Lihat Juga :